Beberapa bulan terakhir ini problem yang paling banyak disampaikan orangtua kepada kami terkait pengasuhan putra-putri mereka adalah masalah kecanduan gadget. Problem-problem tersebut dapat berupa :
1. Anak Tidak Mengenal Waktu
Anak cenderung menggunakan setiap waktunya untuk bermain gadget. Problem pertama ini mendorong anak untuk tidak menggunakan waktu luangnya kecuali hanya untuk bermain gadget. Mereka kehilangan ide untuk beraktifitas pada waktu-waktu mereka kecuali hanya akses gadget
2. Problem Sakit Mata
diakibatkan karena jarang berkedip dan paparan sinar gadget yang cukup kuat. Banyak data dari beberapa rumah sakit di Jawa Timur menunjukkan peningkatan masalah mata diakibatkan akses gadget yang berlebihan
3. Kehilangan Kontrol Diri dan Emosi
Anak kehilangan kontrol diri dan kontrol emosi saat dikurangi apalagi di hilangkan waktu main gadget. Bentuk hilangnya kontrol emosi adalah marah yang berlebihan dari anak, melakukan pengrusakan barang-barang di rumah, hingga menciderainya dirinya saat gadgetnya di ambil dari dirinya
4. Memicu Anak untuk Bolos Sekolah
Beberapa anak mogok sekolah atau membolos dari beberapa pelajaran hanya karena sedang asyik-asyiknya memainkan sebuah game di gadgetnya.
Selain problem yang disebutkan di atas masih banyak problem yang menyertainya. Ada satu kesamaan yang menyertai problem-problem tersebut adalah orangtua sebenarnya telah menyadarinya jauh hari adanya problem-problem tersebut, namun rasa sayang mereka kepada anak, menahan mereka untuk melakukan tindakan yang mengurangi dan bahkan menghilangkan anak dari kecanduan gadget.
Bahkan beberapa orang tua justru mengambil manfaat jangka pendek dari kegemaran anak terhadap Gadget. Seperti menghindarkan kerepotan dari mengurus anak dengan memegangi mereka HP. Menukar kepentingan untuk mau datang pada acara silaturrahmi keluarga dengan memberi kesempatan untuk bermain gadget.
Menyikapi fenomena panen kecanduan gadget dari anak-anak kita, tampaknya kita perlu lebih bijak supaya kita tidak menyesal dikemudian hari, dengan beberapa langkah berikut ini :
1. Tidak Mengenalkan Gadget kepada Anak dibawah Usia 6 Bulan
Jika anak kita masih dibawah usia 6 tahun, lebih indah jika kita tidak mengenalkan sama sekali tentang gadget. Karena tidak ada dampaknya seorang anak di usia dini belum mengenal gadget. Kebutuhan mereka justru pada ekplorasi lingkungan sekeliling mereka
2. Memberikan Batasan Kepda Anak dalam Mengenal Gadget
Kita boleh mengenalkan pada usia dasar dengan gadget dalam jumlah sangat terbatas. Gadget tersebut bukan milik anak, tetapi mereka meminjamnya dari orangtuanya. Tidak ada penghargaan apapun dari orangtua atas prestasi anak dalam bentuk pemberian anak kesempatan untuk bermain gadget
3. Membuat Aturan Penggunaan Gadget
Saat anak kita memasuki usia sekolah menengah, mereka sudah dapat mulai memiliki gadget dengan pengawalan jadwal yang baik dari kita dan membangun aturan bersama dengan anak bagaimana menggunakan gadget. Saat aturan tersebut ditaati kita apresiasi ketaatan mereka, tetapi jika dilanggar, maka kita dapat mengambil gadget tersebut untuk waktu terbatas
4. Memberikan Contoh yang Baik dalam Penggunaan Gadget
Contoh dari orangtua di dalam penggunaan gadget adalah hal yang paling penting. Banyak anak kecanduan gadget karena melihat orangtua yang setiap saat selalu mengakses gadget. Waktu mereka di dalam mengakses gadget lebih banyak daripada waktu mereka bercengkerama dengan anak-anak
Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia


