Generasi Warung Kopi

Pekan lalu saya diminta untuk mengisi kajian safari Shubuh di sebuah masjid di wilayah sidoarjo. Untuk menuju masjid tersebut saya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan sedang. Saya memutuskan untuk berangkat pukul 03.00 dari rumah supaya tidak tergesa-gesa dan mempunyai cukup waktu untuk shalat Fajar.

Saat keluar dari rumah dan mobil melaju sekitar 100 meter dari rumah, saya mendapatkan pemandangan yang ganjil, yaitu adanya sebuah warung kopi yang ramai dengan sekitar 8-10 anak muda yang fokus kepada HP mereka.

Pada perjalanan selanjutnya pemandangan yang tadinya saya anggap ganjil menjadi terbiasa karena semakin banyaknya saya menemukan warung kopi yang juga penuh dengan remaja yang sedang duduk-duduk di dalamnya. Jika dijumlahkan semuanya saya menjumpai tidak kurang dari 30 warung kopi dari rumah hingga masjid yang saya tuju.

Beberapa saat kemudian saya sampai pada masjid saya melaksanakan shalat sunnah hingga selesai shalat Jamaah Shubuh. Sekarang tiba saatnya saya menyampaikan materi kajian dan menghadapi jamaah. Alangkah terkejutnya saya di dalam masjid yang penuh dengan jamaah tersebut hanya terdapat 4 jamaah pemuda. Sisanya adalah para jamaah dewasa dan Manula.

Dimanakah anak-anak muda yang sejak pukul tiga tadi nongkrong di warung kopi dan bahkan sebelumnya sudah terbangun dari tidurnya atau mungkin belum tidur semenjak sore hari. Jumlah mereka tidaklah sedikit bahkan banyak sekali sebanyak jumlah warung kopi di sekeliling kediaman kita. Mereka seperti sebuah generasi yang memiliki kesamaan kesenangan yaitu nongkrong di warung kopi. Mungkin bisa kita sebut sebagai generasi warung kopi.

Sebenarnya ada keprihatinan yang muncul dari dalam diri kita dengan semakin maraknya warung kopi yang dipenuhi anak muda yang suka nongkrong di dalamnya, di antara keprihatinan tersebut adalah:

1. Menurunnya Fungsi Organ Vital

Mereka menggunakan waktu malamnya bukan untuk istirahat, tetapi hanya untuk duduk-duduk di warung kopi. Kebiasaan ini untuk jangka panjangnya tentu berdampak pada cepat menurunnya fungsi organ vital mereka. Karena di saat-saat malam itulah banyak organ vital yang melakukan recovery, dan ini terjadi jika tubuh dalam kondisi istirahat

2. Kehilangan Waktu Penting untuk Meningkatkan Pemahaman dan Skill

Mereka manggunakan rentang waktu yang panjang untuk kegiatan yang tidak lebih produktif dan bermanfaat bagi masa depan mereka. Akhirnya anak-anak muda kehilangan waktu terpenting mereka tanpa ada peningkatan pemahaman maupun skill yang mereka perlukan untuk hidup di masa yang akan datang

3. Kegiatan Penting Siang Hari Menjadi Terganggu

Dengan tidak istirahat cukup pada malam hari banyak kegiatan penting siang hari yang terganggu seperti shalat Shubuh berjamaah, belajar di sekolah dan lain-lain.

4. Banyak Aktivitas Negatif yang didapatkan Anak

Banyak pengaruh yang negatif diterima oleh anak muda pada waktu malam saat mereka berkumpul dengan teman seusianya seperti kebiasaan merokok, kecanduan game online hingga terpapar obat-obatan berbahaya.

Apakah di antara generasi warung kopi itu adalah anak kita ?

Miftahul Jinan, M. Pd., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia