Dari Piring Menuju Kamar Mandi

Ada satu kebiasaan yang selalu diingatkan istri saya kepada anak-anak kami, yaitu membawa piring kotor ke tempat cuci piring dengan terlebih dahulu membuang sisa-sisa makan ke tempat sampah basah lalu mengguyur atas piring tersebut dengan air baru meletakkan ditempat piring kotor.

Kebiasaan tersebut selalu Ia tekankan kepada anak-anak sambil menjelaskan bahwa dengan membuang sisa-sisa ke tempat sampah akan sangat meringankan bagi yang mencucinya. Sementara dengan membilas air ke dalam piring akan mempermudah bagi yang mencuci karena tidak ada sisa nasi yang terlalu lengket pada piring.

Kebiasaan ini telah menjadi aktivitas yang dilakukan secara otomatis oleh anak tersebut tanpa di fikirkan terlebih dahulu apalagi karena disuruh lagi. Aktifitas ini telah menjadi habit tetap di rumah yang selalu Ia lakukan.

Subhanallah habit yang berupa rangkaian aktivitas ini nampaknya juga menular pada rangkaian aktivitas ketika Ia hendak keluar dari kamar mandi; mematikan kran, menyiram lantai dan dinding serta mengembalikan peralatan mandi pada tempatnya.

Memang untuk rangkaian aktivitas dalam kamar mandi sempat beberapa kali kita jelaskan dan biasakan, tetapi energi untuk menjelaskan dan membiasakannya sudah sangat jauh berkurang dibandingkan dengan saat umminya membiasakan tentang piring.

Satu kebiasaan baik telah tertanam kepada diri anak dengan kuat, maka akan dengan mudah membangun kebiasaan serupa yang lain pada diri anak.

Yang terjadi seringkali kita mengharapkan dan menjelaskan begitu banyak kebiasaan pada anak tetapi pada setiap kebiasaan tersebut belum tertanam dengan kuat sudah berpindah pada kebiasaan yang lain. Seperti saat kita menginginkan anak-anak kita mempunyai habit rapi, maka kita membangun kebiasaan rapi pada setiap sektor kehidupan anak, rapi di kamar, rapi di tas, rapi di kamar mandi maka ini akan sangat memberatkan anak melakukannya.

Sebenarnya cukuplah mengambil satu segmen dari kehidupan anak seperti kerapian pada tas kemudian secara konsisten dan kontinui kita memastikan anak-anak kita terbiasa rapi dan tertib pada tasnya. Maka sampai pada tahap tertentu kita akan mendapati anak-anak kita mulai terbangun kebiasaan rapi dan tertib pada kamar dan mejanya. 

Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Anakku Hanya Pintar Sekolah”