Karakter Turunan

Tadi malam saya merenung tentang karakter yang menjadi identitas diri saya. Dalam perenungan panjang tersebut akhirnya saya membuat kesimpulan sementara bahwa saya adalah pribadi yang konsisten. Tentu yang saya tulis di sini adalah karakter yang positif, walaupun sebenarnya lebih banyak karakter negatif yang saya miliki.

Selanjutnya saya mencoba untuk mengidentifikasi penyebab mengapa karakter ini hinggap pada diri saya ?. Akhirnya salah satu kesimpulan yang saya ambil dari proses identifikasi sebab munculnya karakter tersebut adalah kebiasaan yang dibangun oleh ayah saya untuk tidak meninggalkan membaca Alquran setiap selesai shalat maghrib.

Siapapun tamu yang datang ke rumah dan apapun peristiwa yang terjadi di rumah, ayah dengan konsistenya membawa Alquran dan memanggil kami putra-putranya satu persatu untuk membaca Alquran.

Kondisi ini kami melihat, merasakan dan mengalaminya sehingga menjadi kebiasaan bagi kami dalam rentang waktu yang sangat panjang. Akhirnya dari kebiasaan yang selalu konsisten menyempatkan membaca Alquran sesibuk apapun, maka muncullah salah satu karakter saya yaitu konsisten.

Hari ini kita menjadi orangtua bagi anak-anak kita. Sesungguhnya kita saat ini mempunyai pilihan yang strategis, karakter apakah yang ingin kita bangun pada anak-anak kita. Dari karakter yang kita ingin bangun bagi anak-anak kita, maka kebiasaan apa yang mulai dapat kita terapkan. Selanjutkan tetaplah untuk konsisten agar kebiasaan yang baik tersebut dapat berjalan dalam rentang yang panjang pada anak-anak kita di rumah.

Penjelasan tentang kebiasaan dan karakter tersebut mungkin penting bagi anak-anak kita, tetapi komitmen kita untuk selalu mempraktikkan kebiasaan tersebut dan mendorong anak untuk selalu melakukannya sebenarnya jauh lebih penting untuk memberi jaminan bagi anak-anak bahwa mereka akan mempunyai karakter yang kita inginkan.

Contoh tentu lebih kuat daripada ceramah. Tetapi memastikan terjadinya habit pada anak dari apa yang telah kita contohkan kepada mereka tentu akan lebih menentukan bagi munculnya karakter yang kita inginkan.

Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Anakku Hanya Pintar Sekolah”