Di pesantren kita tentu selalu disediakan jemuran bagi para santri yang mencuci pakaian sendiri. Atau minimal untuk menjemur handuk mereka seusai digunakan mandi pada pagi atau sore hari.
Namun mari kita perhatikan betapa banyaknya jumlah pakaian yang tergantung pada jemuran tersebut. Nyaris tidak ada lagi tempat longgar untuk menjemur bagi pakaian yang baru dicuci. Akhirnya kita berkesimpulan untuk menambah tempat jemuran yang lain.
Tetapi tempat jemuran yang baru itu saya jamin tidak lama lagi segera akan penuh kembali dengan pakaian-pakaian santri. Ada beberapa fenomena tentang jemuran yang tampaknya perlu kita analisis bersama, yaitu :
- Banyak santri meninggalkan pakaian di jemuran dalam rentang waktu yang lama. Kondisi ini membuat banyak pakaian yang dilupakan dan ditinggal oleh pemiliknya
- Banyak jemuran yang sudah lama kering tetapi tidak segera diambil oleh pemiliknya karena tidak ada aturan mereka untuk segera mengambil pakaian yang sudah kering
- Beberapa pakaian di jemuran yang sudah penuh akhirnya jatuh dan menjadi kotor. Kondisi ini menjadikan anak enggan mengambil pakaian yang sudah kotor
- Kondisi ini semakin parah pada beberapa pesantren yang menggunakan pakaian basahan saat mandi dan tidak terkelola dengan baik

Istirahatkan Jemuran
Program mengistirahatkan jemuran adalah meminta semua santri untuk mengambil seluruh pakaian yang sedang mereka jemur sehingga jemuran betul-betul kosong untuk sementara waktu (satu atau dua jam) pada waktu-waktu tertentu secara berkala.
Tentu untuk melaksanakan program ini pihak pengurus pesantren harus mensosialisasikan terlebih dahulu. Sehingga di waktu-waktu tersebut para santri tidak menjemur pakaian baru cuci yang masih basah saat jemuran harus kosong.
Dari program ini diharapkan muncul beberapa manfaat berikut :
- Semakin sedikitnya pakaian di jemuran yang tidak bertuan, karena secara periodik santri dipaksa mengambil semua pakaian yang dijemurnya
- Beberapa pakaian yang tidak teridentifikasi pemiliknya dapat segera disingkirkan dan tidak lagi memenuhi jemuran. Akhirnya kita tidak perlu tempat jemuran yang berlebih
- Memaksa santri untuk mengambil pakaian yang memang sudah kering di jemuran
- Meningkatkan tanggung jawab santri terhadap barang miliknya khususnya pakaian
- Jemuran santri selalu terlihat bersih dan rapi karena secara periodik selalu dilakukan “ritual” kebersihan dan kerapian jemuran
Dari Jemuran mari kita mulai kehidupan santri yang lebih baik
Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia


