Waktu Luang = Masa Depan

Ada sebuah pernyataan yang menarik sekaligus menggelitik yang saya dapatkan dari sebuah buku motivasi, yaitu “Kualitas seseorang ditentukan oleh apa yang ia lakukan pada waktu luangnya”. Pernyataan ini menjelaskan bahwa seseorang yang dapat melakukan hal besar pada waktu luangnya akan tumbuh menjadi orang besar. Sebaliknya, seseorang yang melakukan hal kecil di masa luangnya, ia akan tumbuh menjadi orang kecil.

Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah apa peran waktu sibuk dalam membangun seseorang? Padahal, waktu sibuk justru jauh lebih panjang dan lebih dipersiapkan ?. Beberapa alasan di bawah ini akhirnya memaksa saya untuk mampu memandang bahwa dalam pernyataan di atas terdapat kebenarannya.

Pertama, seseorang yang menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal besar dan bermanfaat dapat dipastikan orang tersebut menggunakan waktu sibuknya untuk hal-hal yang jauh lebih besar dan bermanfaat. Namun, seseorang yang menggunakan waktu luang untuk hal-hal kecil dan kurang bermanfaat, mungkin ia menggunakan waktu sibuknya untuk hal-hal yang besar dan bermanfaat atau hal-hal biasa dan kurang bermanfaat.

Kedua, ada beberapa orang yang menggunakan waktu luangnya untuk kegiatan-kegiatan besar, bermanfaat, dan dapat menopang secara langsung maupun tidak langsung terhadap aktivitas yang telah ia bangun pada masa sibuknya. Beberapa orang lainnya menggunakan waktu luangnya tanpa kegiatan besar dan bermanfaat sehingga kegiatan-kegiatan tersebut tidak menambah atau mengurangi bangunan yang telah ia bangun pada masa sibuknya.

Sebagian lainnya ada yang menggunakan waktu luangnya dengan kegiatan yang remeh, kurang bermanfaat, bahkan dapat meruntuhkan bangunan yang telah susah payah ia bangun pada masa sibuknya. Fenomena ini jika berlangsung bertahun-tahun, maka dapat kita lihat dengan jelas bahwa orang pertamalah yang mempunyai bangunan yang lebih besar, tinggi, dan kokoh.

Konsep di atas tidak berarti bahwa seseorang tidak boleh menggunakan waktu luangnya untuk istirahat tetapi justru mendorong kita untuk memilih jenis istirahat yang baik dan bermanfaat disela-sela waktu sibuk kita.

Sebagai orangtua yang kadang selalu sibuk pada hari Senin hingga Jum’at, akan lebih baik dan bermanfaat jika masa libur pada hari Sabtu dan Ahad dimanfaatkan untuk bermain dan bercengkerama bersama anak, atau berdialog tentang ide-ide anak selama satu pekan, dibandingkan bila kita hanya menonton televisi dan memancing di tambak sendirian. Apalagi jika kita memanfaatkannya untuk kegiatan-kegiatan maksiat yang justru merusak.

Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Ingatlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Masa kayamu sebelum masa miskinmu. Masa luangmu sebelum masa sibukmu. dan masa hidupmu sebelum masa kematianmu.” (Hadits)

Pada hadits di atas mungkin hanya satu perkara yang menjelaskan tentang waktu luang, yaitu perkara nomor empat. Namun, marilah kita amati bahwa kelima perkara di atas selalu berbicara tentang kesempatan dan peluang, dan sebenarnya waktu luang sangat identik dengan kesempatan dan peluang yang kita miliki.

Tantangan selanjutnya bagi orangtua adalah apa yang biasa dilakukan oleh anak saat waktu luang ?. Jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan perbedaan kualitas anak-anak kita pada masa depan mereka.

Beberapa keluarga selalu menyiapkan kegiatan-kegiatan menarik dan bermanfaat bagi anak-anaknya pada masa luang mereka, seperti melakukan outbound keluarga, belanja buku bersama di toko buku ternama, atau membuat kerajinan bersama seluruh anggota keluarga. Sementara keluarga yang lain menikmati waktu luang hanya menonton televisi dan bermain games di komputer tanpa mengacuhkan saudaranya.

Ini adalah pilihan masing-masing keluarga untuk memanfaatkan waktu luangnya dan setiap pilihan jelas selalu memberikan efek berbeda. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang besar, bermanfaat, dan berhasil jika saat ini orangtua telah membiasakan anak untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan yang besar, bermanfaat, dan memberdayakan.

Sebaliknya, mereka yang menggunakan waktu luangnya untuk kegiatan yang remeh, biasa, bahkan kurang bermanfaat akan tumbuh menjadi anak biasa, kurang berkembang, dan bahkan bermasalah.

Drs. Miftahul Jinan, M.Pd. I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.