Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman tulisan di WA tentang joroknya turis Indonesia di restoran Jepang. Tentu sebagai seorang pendidik saya merasa tidak nyaman dengan tulisan tersebut, seraya berfikir ada pola pendidikan masa kecil yang salah sehingga menciptakan pribadi-pribadi seperti dalam tulisan tersebut. Akhirnya saya mengingat satu kebiasaan yang sangat penting namun sering kurang sukses dibangun pada anak-anak balita kita. Kebiasaan tersebut adalah “merapikan kembali mainannya”.
Kebiasaan “merapikan kembali mainan” memang terlihat sederhana, tetapi marilah kita analisa bahwa banyak perilaku baik orang dewasa sehari-hari justru berbasis pada kebiasaan sederhana ini. Sebaliknya kita juga sering menemui sikap-sikap yang kurang bijaksana juga berbasis pada kegagalan pada kebiasaan sederhana ini.
1. Memakai Toilet
Tentu sebelum kita menggunakan toilet maka kondisinya rapi dan bersih. Seharusnya usai kita menggunakannya maka kondisinya sama, yaitu rapi dan bersih. Sehingga ia akan siap digunakan oleh orang lain. Seperti sebelum bermain tentu kondisi mainan tertata rapi dan seharusnya sesuai main ia juga harus rapi. Sehingga kita akan mudah menggunakannya jika ingin menggunakannya di kemudian hari.
2. Menuntaskan Satu Pekerjaan Sebelum Masuk pada Pekerjaan Selanjutnya
Ada beberapa orang yang hobi memulai suatu proyek tetapi ia seringkali gagal di dalam menuntaskannya. Merapikan kembali satu mainan sebelum bermain dengan mainan yang lain akan memaksa seseorang terbiasa untuk menyelesaikan satu tugas sebelum mengambil tugas yang lain.
3. Menata Kembali Meja Kerja Sebelum Meninggalkan Kantor.
Kita sering melihat orang-orang di kantor meninggalkan meja kantornya dalam keadaan bersih sementara yang lain dalam kondisi berantakan. Mungkin yang membedakan di antara mereka adalah pola asuh saat kecil terkait dengan kebiasaan merapikan kembali mainan kecilnya. Bagi mereka yang terbiasa merapikan mainan usai bermain tentu dengan ringan mereka akan selalu merapikan meja kantornya usai kerja.
Saatnya mulai membangun kebiasaan sederhana ini untuk sikap baik anak dan siswa kita pada masa-masa yang akan datang.
Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia


