Sebagian besar lembaga pendidikan kini telah memasuki masa liburan panjang semester. Bagi mereka, momen ini jelas sangat ditunggu setelah sekian lama berkutat dengan kegiatan-kegiatan sekolah yang seringkali membosankan. Bagi mereka, liburan adalah waktu untuk lepas dari rutinitas sehari-hari melalui kegiatan yang mereka rencanakan sendiri.
Di pihak lain, liburan anak sering menjadi momok bagi orangtua. Mereka harus menyediakan waktu lebih lama untuk mengawasi anak-anak, kondisi rumah akan menjadi berantakan dengan tingkah pola mereka, dan emosi yang sering tersulut akibat kelelahan fisik dan mental orangtua.
Dengan segala kesenangan yang dirasakan oleh anak dan mungkin keletihan yang dihadapi oleh orang tua, toh, liburan selalu datang setiap semester dan orang tua harus meresponnya dengan bijaksana, karena semua orang tua pasti setuju adanya liburan bagi anak-anak kita.
Ada beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan rambu-rambu bagi orangtua dalam mengembangkan pola liburan bagi anak-anak.
1. Liburan sebagai Waktu Jeda
Liburan adalah masa bagi anak melakukan jeda dari kegiatan rutinitas mereka. Dengan melakukan jeda ini, anak memasuki tahun ajaran baru dengan kondisi fisik dan mental yang lebih fresh.
2. Liburan Bukan untuk Bersantai Tanpa Kegiatan yang Jelas dan Terencana.
Liburan yang dipenuhi hanya menonton televisi dan bermain-main tanpa aturan yang jelas tidak menjadikan anak fresh secara fisik dan mental saat mereka memasuki tahun ajaran baru.
3. Liburan sebagai Sarana Pembenukan Keterampilan Anak
Liburan dapat dipakai untuk memberikan keterampilan-keterampilan penting kepada anak yang tidak diajarkan di sekolahnya. Keterampilan komputer, menggambar, mengarang, wawancara, tugas-tugas rumah tangga, dan lain-lain mungkin sangat diperlukan oleh anak karena keterampilan-keterampilan tersebut seringkali tidak tuntas diberikan sekolah kepadanya.
4. Membangun Kedekatan Anak dan Orangtua
Liburan dapat dijadikan sebagai wahana bagi orangtua untuk lebih dekat dengan anak. Kesibukan orangtua dan anak dalam hari-hari kerja dan belajar mereka sering membuat waktu khusus bagi keduanya tidak ada, apalagi untuk lebih dekat dan berkomunikasi dengan baik.
5. Anak Tetap Melakukan Kegiatan Wajib di Rumah
Kegiatan-kegiatan yang sifatnya wajib dan habit yang baik masih harus dilakukan oleh anak selama liburan. Liburan tidak lantas membebaskan anak dari kewajiban shalat, tanggung jawab untuk membersihkan kamarnya, dan mengembalikan mainan ke tempat semula.
Berangkat dari pemikiran di atas, orangtua dapat mengembangkan beberapa jenis liburan bagi putra-putri mereka. Liburan tersebut dapat berupa acara-acara berikut ini:
1. Rekreasi
Rekreasi tidak harus dilakukan di tempat yang jauh tetapi bisa di tempat-tempat wisata sekitar kota. Wilayah pegunungan dengan pemandangannya yang indah, pantai dengan pasirnya yang mengundang minat untuk bermain, serta museum dengan barang-barang purbakala yang eksotik sungguh merupakan tempat-tempat yang layak untuk dikunjungi.
2. Berkreasi
Jika kita cukup kreatif dan mempunyai waktu yang cukup, maka kegiatan seperti bercocok tanam, beternak, membuat makanan, kerajinan tangan, kreasi musik, dan sebagainya merupakan bentuk mengisi liburan yang sangat menantang bagi anak.
Kegiatan ini sangat membantu anak untuk lebih dekat dengan orang tuanya serta memupuk sifat kreatif anak. Selama kegiatan berlangsung, orang tua memiliki kesempatan untuk melatih ketekunan, persistensi, koordinasi motorik, dan tanggung jawab pada anak-anak.
3. Olahraga
Olahraga bersama keluarga, seperti berenang, fitness, bersepeda, dan jogging. Mungkin kegiatan ini sangat jarang dilakukan ketika hari-hari sekolah anak dan hari kerja orang tua.
4. Membaca Buku Bersama
Orangtua perlu mengajak anak ke toko buku untuk bersama-sama memilih buku-buku yang akan mereka baca saat liburan. Rencanakan waktu khusus supaya seluruh anggota keluarga memegang buku masing-masing untuk dibaca.
5. Berpetualang
Kegiatan ini tidak harus selalu di tempat yang jauh. Mungkin bagi anak yang belum pernah naik kereta api, kegiatan ini merupakan kegiatan berpetualang yang menyegarkan. Bagi anak yang belum pernah kita ajak berbelanja di pasar tradisional, kegiatan tersebut sudah cukup baik untuk mereka.
6. Mengembangkan Diri
Beberapa orangtua menyediakan kegiatan liburan dengan cara mengikutkan anak ke pesantren kilat, pesantren alam, kursus komputer, piano, dan lain-lain. Sebatas anak masih enjoy untuk melakukan kegiatan ini, kegiatan tersebut cukup baik untuk dilakukan.
Drs. Miftahul Jinan, M. Pd, I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia
Disadur dari Buku “Tips Instans Mendidik Anak”
______________________
**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.


