Teman Sebaya (Usia 8-14 Tahun)

Hari itu anak pertama kami Faqih (8,5 tahun) terlihat sangat gundah. Seluruh sudut ruangan rumah kami telah ia kunjungi. Ia kehilangan yoyo milik temannya yang dia pinjam dua hari lalu. Hari ini adalah hari di mana ia harus mengembalikannya. Anehnya untuk mencari yoyo temannya ia begitu gigih dibandingkan saat ia kehilangan yoyo miliknya sendiri.

Anak-anak di usia ini memang tidak terlalu tergantung pada figur otoritas seperti masa sebelumnya. Tindakan-tindakan yang mereka lakukan lebih didorong motivasi untuk menyenangkan hati teman sebayanya.

Jika mereka sudah mulai mampu memilah antara moral yang baik dan moral yang jelek ditambah lagi dorongan keinginan untuk dikatakan anak yang baik bagi lingkungannya (teman sebaya).

Tahapan perkembangan moral ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Anak berusaha mendapatkan pengakuan sosial dari orang lain, sehingga ia mau berbuat sesuatu agar orang lain mengakuinya sebagai orang baik.
  2. Lebih mampu mengerti apa yang dibutuhkan orang lain, tidak semata-mata berpikir apa yang dapat saya peroleh dari orang lain.
  3. Dapat menerima tanggung jawab dan melakukannya untuk kepentingan keluarga, karena mereka sudah memahami arti sebuah kelompok.
  4. Karena selalu berorientasi pada pengakuan kawan, mereka cenderung kurang percaya diri atau merasa tidak aman. Maka pada masa ini banyak anak berjerumus pada hal-hal yang negatif hanya untuk mendapat pengakuan teman sebayanya. Dengan mencoba merokok, bersikap seperti teman sebaya, menggunakan aksesoris badan yang sama dengan yang digunakan teman sebaya, dan lain-lain.
  5. Sudah mulai mempunyai perasaan bersalah dan malu, namun masih sangat dipengaruhi lingkungan luarnya, terutama tentang konsep diri yang ingin diakui oleh lingkungannya.

Tahap ini masih terkait dengan tahapan perkembangan moral sebelumnya, yaitu perasaan mampu melaksanakan tugas dengan baik.

Apabila pada tahapan sebelumnya seorang anak sudah merasa mampu dan percaya diri, maka pada perkembangan selanjutnya mudah baginya untuk menemukan identitas diri. Konsep diri yang positif akan meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi.

Konsep diri yang rendah seringkali memberikan pengaruh negatif bagi anak seperti kenakalan remaja, depresi, bunuh diri, dan mudahnya mereka dipengaruhi oleh teman-temannya untuk melakukan perilaku yang negatif.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orangtua atau guru untuk membangun konsep diri yang tinggi, sekaligus membantu anak untuk melanjutkan perkembangan moral pada tahap selanjutnya:

1. Membangun Hubungan yang Baik dengan Anak,

Seperti mengembangkan komunikasi yang efektif, turut membantu memecahkan problem mereka, dan membantu mereka menemukan identitas dirinya.

2. Membangun Konsep Diri yang Positif

Tidak membanding-bandingkan dengan kawannya, memberi penghargaan atas perilaku positif mereka, mendorong mereka untuk mencari kawan-kawan yang baik dan mengembangkan hoby dan talenta mereka. Sering mendiskusikan permasalahan-permasalahan moral dengan mereka.

4. Menyeimbangkan antara Memberi Kebebasan dan Mengontrol Tindakan Mereka

Menggunakan otoritas berdasarkan cinta kasih, mengatakan “ya” dan “tidak” kalau memang diperlukan dengan tanpa meninggalkan peluang mereka untuk memilih, memberi kesempatan kepada mereka untuk menolak dengan cara yang baik dan menggunakan kontrol secara tidak langsung.

Dengan beberapa tips di atas diharapkan konsep diri anak meningkat, sehingga pada akhirnya mereka mampu menentukan secara mandiri apa yang bermanfaat dan apa yang berbahaya bagi mereka.

Drs. Miftahul Jinan, M. Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Aku Wariskan Moral Bagi Anakku”

___________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.