Aku sudah berdamai dengan masa laluku.
Pasutri itu menjalani kehidupan mereka dengan damai sampai ajal menjemput.
Kita semua berharap bisa hidup di negara yang damai.
Inilah emosi pamungkas yang akan kita bahas dalam edisi Ramadhan 1447 H inu, damai.
☕☕☕☕☕☕☕
Kita mengenal 3 emosi serupa : rileks, tenang, dan damai. Ketiganya sama-sama merupakan emosi positif yang menurunkan ketegangan. Ketiganya membuat tubuh lebih santai, pikiran lebih jernih, dan membantu seseorang merasa lebih nyaman dalam dirinya.
Rileks secara makna lebih dekat pada kondisi fisik dan tubuh, otot tidak tegang, napas lebih pelan, tubuh terasa ringan. Biasanya muncul setelah istirahat, melepas lelah, atau seseorang mengatur perasaannya.
Tenang lebih ke kondisi pikiran, tidak gelisah, tidak terburu-buru, mampu berpikir jernih meski ada situasi tertentu.
Damai lebih dalam lagi, menyentuh hati dan makna hidup, ada penerimaan, keikhlasan, dan rasa cukup, meskipun keadaan tidak selalu sempurna.
☕☕☕☕☕☕☕
Damai lahir dari keimanan yang matang, keikhlasan, keadilan dalam bersikap, serta kemampuan menjaga hubungan yang harmonis.
Karena itu, damai tidak hanya dirasakan di dalam hati, tetapi juga tercermin dalam sikap yang membawa kebaikan dan ketentraman bagi sekitar.
Sederhananya, tenang adalah hati yang bersandar kepada Allah, sedangkan damai adalah hati yang telah selaras dengan-Nya dan menyebarkan ketenangan itu ke kehidupan
☕☕☕☕☕☕☕
Islam, salam dan salim, yang berakar dari kata yang sama. Makna asal katanya keselamatan, ketenangan, dan kedamaian.
Kita bisa mengatakan bahwa Islam adalah jalan hidup, petunjuk untuk meraih selamat, tenang dan damai.
Salam adalah ekspresi kedamaian. Salam adalah doa keselamatan dan kedamaian yang diucapkan kepada orang lain. Bukan sekadar sapaan, tapi bentuk menyebarkan rasa aman dan kasih sayang.
As-Salam, nama Allah, sumber segala kedamaian. Dalam kehidupan sosial, salam menjadi cara menghadirkan ketenangan dari luar ke luar (antar manusia). Salam adalah cara membagikan kedamaian.
Salim adalah kondisi hati yang bersih, utuh, dan bebas dari penyakit. Qalbun salim artinya hati yang suci dari iri, sombong, dan syirik.
Hati seperti ini membuat seseorang tenang, lurus, dan ringan dalam ibadah. Salim adalah sumber kedamaian dari dalam diri.
Rasa damai dalam hidup adalah kondisi hidup yang harmonis, tanpa konflik, dan penuh keadilan.
Rasa damai dimulai dari hati yang sabar dan bersyukur (internal). Lalu tercermin dalam sikap baik kepada sesama (eksternal)
Damai adalah hasil atau suasana yang tercipta.
▶️ Salim (hati bersih) → melahirkan ketenangan batin
▶️ Salam (ucapan & sikap) → menyebarkan ketenangan ke orang lain
▶️ Damai (kehidupan) → tercipta sebagai hasilnya
Hati yang salim mudah memberi salam, dan dari situ lahir rasa damai dalam hidup.
☕☕☕☕☕☕☕
Mohon ijin saya tutup 30 edisi literasi emosi bulan Ramadhan ini dengan doa : Allahumma antassalam, waminkassalam, wa Ilaika ya’udussalam fahayyina rabbana bissalam wa-adkhilnal jannata daras salaam tabaarakta rabbanaa wata’aalayta yAa dzaljalaali wal ikraam.
Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dari pada-Mulah datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugerahMu dan Maha Tinggi Engkau Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan.
Sekian, edisi Ramadhan ini. Semiga beemanfaat untuk dunia akhirat kita. Silahkan dengan senang hati berbagi tulisan ini ke WAG manapun, itu akan jadi kebahagiaan saya juga.
Bunda Ani Ch
Master Trainer Griya Parenting Indonesia
Master Trainer Tuntas Tumbuh Kembang Anak
Praktisi Pendidikan Anak dan Keluarga
___________________
**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.


