Saya mempunyai seorang teman yang sering terlihat kusut ketika masuk kantor. Suatu ketika saya tanya penyebabnya mengapa ia sering terlihat kusut. Ia menjawab bahwa tadi malam ia harus menggendong putrinya yang berumur 3 tahun beberapa jam karena rewel.
Menggendong anak memang aktifitas yang cukup berat dilakukan oleh para ibu dan bapak. Apalagi jika kegiatan tersebut menjadi aktifitas yang rutin dan anak yang digendong telah melewati usia pantas untuk digendong.

Menggendong bayi mungkin merupakan salah satu seni merawat anak yang keberadaannya setua peradaban manusia. Meskipun belum ada studi yang khusus mengupas tentang sejarah menggendong anak dari masa ke masa, namun sepertinya manusia penghuni pertama jagad ini telah menggendong keturunan mereka dalam proses perawatan dan pengasuhannya sehari-hari. Tampaknya menggendong anak memang sejenis insting paling purba dari orangtua dalam konteks pengasuhan terhadap anaknya.
Hasrat orangtua untuk menggendong anak, sepertinya merupakan desain khusus dari Allah. Ini merupakan naluri alamiah pemberian Allah yang melekat, yang akan dijadikan sebagai salah satu modal dasar manusia untuk mengaktualisasikan perasaan kasih sayang kepada sang buah hati. Tanpa aktifitas ini, akan menjadi sangat sulit dipercaya jika ada orang yang menyatakan cinta kepada anaknya tetapi ia tidak pernah atau jarang menggendongnya.

Sebenarnya ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh bayi ketika orang tuanya sering menggendongnya, di antaranya adalah:
1. Masa Attachment
Masa bayi adalah masa ia memasuki tahapan attachment alias tahap kelekatan pada orang tua. Salah satu cara membangun kelekatan tersebut adalah dengan menggendongnya. Jika tahap ini anak berhasil melaluinya dengan baik maka akan tumbuh basic trust pada diri anak.
Hal Ini membuatnya mudah menaruh kepercayaan pada orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Berbekal ini, si anak akan tumbuh sebagai pribadi yang hangat dan penuh percaya diri.
2. Membangun Rasa Aman dan Nyaman
Menggendong bayi akan membangun rasa aman dan nyaman pada diri bayi. Anak akan lebih cepat tenang dan tidak cengeng jika kebutuhannya akan rasa aman dan nyaman terpenuhi.
3. Memungkinkan Bayi Melihat Sekelilingnya
Menggendong bayi dapat memungkinkannya untuk melihat sekeliling. Si kecil tentu memiliki keterbatasan, terutama secara fisik. Dengan menggendongnya, ia dapat melihat apa yang orangtua dapat lihat. Tentunya penglihatannya menjadi lebih tinggi, lebih luas dan lebih jauh.
4. Menggendong Dapat Melindungi Bayi
Kendati seorang bayi gemar bereksplorasi, namun masih banyak hal baru yang aneh dan menakutkan bagi si kecil. Ketika ia merasa takut dan kaget, tentunya ia akan segera lari kepada orangtuanya untuk meminta gendong.
5. Mempermudah Bayi untuk Berkomunikasi dengan Orangtuanya.
Ketika kita meletakkan anak kita bermain di bawah, maka akan terjadi adalah adanya jarak yang begitu jauh untuk berkomunikasi dengannya. Dengan menggendongnya maka mata kita sangat dekat dengan mata anak yang memungkinkan informasi dari orangtua lebih mudah ditangkap oleh si bayi.

Beberapa manfaat di atas menjadi alasan pentingnya gendongan dari orangtua bagi bayinya. Masih banyak sekali orangtua yang tidak menggendong bayinya walaupun alasan-alasan di atas telah muncul. Mereka khawatir anaknya nanti tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak mandiri.
Seperti seorang anak yang baru saja mendapat suntikan imunisasi jelas lebih membutuhkan gendongan, karena ia baru saja mengalami peristiwa yang membuat dirinya sakit dan takut, ia sedang membutuhkan suasana yang membuat dirinya aman dan nyaman.
Beberapa ibu justru bersikap sebaliknya, karena alasan kasihan jika bayinya ditaruh di dalam babybox atau lantai berkarpet, ia selalu menggendong bayinya atau meminta pembantu untuk selalu menggendongnya. Padahal ada juga bahaya yang ditimbulkan dari aktifitas terlalu sering menggendong tersebut.
Saya baru menyadari ketika dewasa bahwa sewaktu kecil saya termasuk anak yang agak terlambat masa berjalannya. Pada usia 12 bulan saya belum dapat berpindah dari satu sisi rumah menuju sisi rumah yang lain kecuali dengan mengesot.
Bahkan hingga usia 19 bulan belum ada tanda-tanda saya dapat segera berjalan. Hingga suatu hari kedua orangtua membawa saya ke sebuah klinik kesehatan untuk memeriksakan kondisi saya. Subhanallah sepulang dari klinik tersebut saya langsung bisa berdiri dan berjalan.

Beberapa informasi saya himpun dari orangtua dan kakak tentang kondisi saya saat itu dan penyebab keterlambatan berjalan. Mereka menjawab karena saya terlalu banyak digendong oleh pembantu rumah. Nenek yang sangat sayang kepada saya tidak memperbolehkan para pembantu meletakkan saya di atas lantai apalagi di atas tanah sehingga sejak kecil saya lebih banyak di atas gendongan daripada di atas kasur tanpa gendongan.
Terlepas kebenaran penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari cerita saya yang selalu digendong, menggendong anak terlalu sering sebenarnya memberikan pengaruh negatif bagi anak. Diantara pengaruh-pengaruh tersebut adalah:
1. Membuat Bayi Malas Bergerak
Seorang bayi yang terlalu sering digendong akan membuatnya malas untuk bergerak. Tentunya kondisi ini akan menyebabkan anak tertinggal dalam hal kemampuan motorik yang seharusnya sudah dimiliki pada usia tertentu. Seperti bayi 8 bulan yang sebenarnya secara umum sudah dapat duduk dengan tegak dan berdiri memegang kursi, tetapi akibat seringnya digendong, ia belum dapat merambat apalagi berdiri.
2. Berkembang Menjadi Bayi yang Pasif
Bayi yang terlalu banyak digendong cenderung berkembang menjadi anak yang pasif. Kepasifan ini bukan tidak mungkin berlanjut sampai anak tumbuh dewasa. Ia menjadi orang yang peragu dan penakut untuk mencoba sesuatu yang baru.
3. Menjadi Anak Tidak Mandiri
Secara psikologi, kebiasaan digendong tanpa alasan yang jelas akan mendorongnya menjadi anak yang manja dan tidak mandiri. Apa yang ia inginkan selalu diminta dengan cara meminta pengasuh untuk menggendongnya supaya dekat dengan obyek, baru ia mengambilnya sendiri.
4. Tidak Leluasa Bernafas
Ditilik dari sisi kedokteran, bayi yang terlampau sering digendong tidak leluasa untuk bernafas. Sebaliknya bayi yang diberi kesempatan untuk bergerak bebas akan terangsang kemampuan otaknya, menunjang anak untuk tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan daya tahan tubuh yang lebih kuat.
Kita percaya menggendong anak mempunyai nilai plus disamping nilai minusnya. Jangan menjadikan nilai plus dalam menggendong anak bergeser menjadi nilai minus karena terlalu sering kita menggendongnya tanpa alasan-alasan yang jelas.
Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia
Disadur dari buku “Alhamdulillah Anakku Nakal”
__________________
**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.

