Tanggung Jawab Dalam Fasilitas Anak

Beberapa pekan yang lalu kita dikejutkan lagi dengan peristiwa kecelakaan yang melibatkan seorang pemuda dengan mobil mewahnya di kota Surabaya. Beberapa peristiwa serupa juga telah masuk dalam memori kita dengan beberapa kesamaan, dikendarai oleh remaja, fasilitas yang mewah dan menyebabkan beberapa korban meninggal.

Tulisan ini tidak akan membahas siapa yang bersalah dalam setiap peristiwa di atas, tetapi lebih pada pandangan kita sebagai orangtua di dalam memberikan setiap fasilitas kepada anak-anak kita.

Sebenarnya setiap fasilitas yang kita berikan kepada anak kita seperti sebuah pisau tajam yang kita berikan kepada mereka. Pisau tersebut dapat saja digunakan untuk mempermudah aktifitas anak kita, tetapi sebaliknya pisau itu juga dapat digunakan untuk melukai orang lain bahkan melukai dirinya sendiri.

Maka setiap fasilitas yang kita berikan kepada anak tidak cukup dengan mengajari bagaimana menggunakannya dengan baik, tetapi lebih dari itu orangtua perlu membangun tanggung jawab terhadap kepemilikannya. Sehingga dapat dipastikan anak-anak kita akan selalu menggunakannya untuk kebaikan mereka.

Ada beberapa pemikiran terkait dengan membangun tanggung jawab anak pada fasilitas yang kita berikan kepada mereka, di antaranya :

1. Memberi Fasilitas Karena Kebutuhan Anak

Memberikan suatu fasilitas kepada anak karena kebutuhan mereka terhadap fasilitas tersebut. Bukan hanya karena rasa sayang sama anak dan kebetulan anak menginginkannya.

2. Mengajarkan Sikap Tanggung Jawab

Semakin canggih fasilitas yang kita berikan maka semakin bertambah besar tanggung jawab yang dibutuhkan oleh anak, karena resikonya juga semakin besar pula. Seperti tanggung jawab seorang anak kecil yang kita berikan sepeda tentu tidak sama dengan tanggung jawab seorang pemuda yang kita belikan sebuah mobil untuk kuliah mereka.

3. Pastikan Anak Sudah Bisa Bertanggung Jawab dalam Menggunakan Fasilitas

Idealnya sebuah pembelajaran tentang tanggung jawab pada fasilitas, kita berikan pada saat memberikannya bahkan jauh hari sebelumnya. Sehingga kita memberikan sebuah fasilitas tertentu kepada anak, karena Ia memang telah mempunyai tanggung jawab untuk menggunakannya.

4. Memprediksi Manfaat dan Resiko dari Fasilitas Anak

Kita sering menemukan kejadian di mana anak dipaksa untuk belajar bertanggung jawab terhadap fasilitas yang mereka miliki dalam bentuk kecelakaan-kecelakaan yang membawa korban atau kegagalan hidup atau kegagalan sekolah.

Tentu kondisi seperti ini adalah sebuah bentuk penyesalan yang seringkali menuntut pembiayaan yang besar, stres yang besar dari anak, dan bahkan kegagalan masa depan mereka. Orangtua sangat perlu untuk mampu memprediksi manfaat dan resiko dari suatu fasilitas yang akan diberikan kepada anak

5. Tanggung Jawab terhadap Fasilitas

Tanggung jawab terhadap fasilitas dapat berbentuk penggunaan pada jalan semestinya, mengunakan fasilitas tersebut untuk hal yang bermanfaat, kemampuan anak untuk memahami resiko penggunaan fasilitas, selalu merawat dan menjaga fasilitas tersebut, pemahaman anak terhadap waktu penggunaannya dan lain-lain.

KH. Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Anakku Hanya Pintar Sekolah”

__________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.