Jam Malam Anak

Banyak orang mengatakan bahwa hari dimulai ketika seseorang bangun dari tidurnya. Tetapi bagi saya hari dimulai dari jam berapa ia memulai tidurnya. Seseorang yang memulai tidurnya agak terlambat, tentunya Ia akan bangun agak terlambat pula. Jika Ia tidak terlambat bangun maka jam istirahatnya tentunya akan berkurang dan ini akan mengurangi kebugarannya saat bangun.

Sebaliknya seseorang yang tidur pada waktunya Ia akan bangun tidur tepat waktu dan Ia telah mendapatkan waktu istirahat yang memungkinkannya bangun dari tidur dalam kondisi tubuh lebih segar dan sehat.

Hari-hari ini kita menghadapi kesadaran yang luar biasa dari masyarakat Indonesia untuk memberlakukan jam malam bagi remaja-remaja mereka. Sebagai orangtua kita mensyukurinya karena kebiasaan remaja untuk keluar rumah pada malam hari tentu berdampak pada kerugian mereka sendiri.

Sementara orangtua sendiri sering tidak mampu lagi secara parsial meminta anak-anak mereka untuk sekedar menetap di rumah mengulangi pelajaran sekolah yang sebenarnya memang telah menjadi tanggung jawab mereka.

Mari kita mendukung pemberlakuan jam malam anak bagi kebaikan dan masa depan mereka yang lebih cerah. Dengan adanya jam malam bagi anak, minimal kita dapat menghindarkan mereka dari beberapa kerugian yang selalu muncul pada anak-anak ketika mereka harus keluar rumah pada malam hari :

  1. Mereka kehilangan waktu yang sangat efektif untuk mengulang kembali pelajaran yang tadi siang mereka pelajari di sekolah.
  2. Orangtua kehilangan waktu yang paling baik untuk lebih dekat dengan anak dan berkomunikasi dengan mereka.
  3. Jadwal hidup anak bergeser dari waktu-waktu paling ideal mereka untuk istirahat menuju kegiatan yang lebih banyak kurang baik, dan akibatnya waktu istirahat kurang, terlambat bangun, bangun dari tidur tidak dalam kondisi badan segar bugar dan tertidur saat pelajaran di sekolah.
  4. Banyak sekali aktivitas anak di luar rumah yang cenderung negatif seperti kebut-kebutaan, berkumpul dengan geng motor, minum-minuman keras, pacaran, bahkan sampai pada perdagangan anak-anak remaja.

Pemberlakuan jam malam bagi remaja-remaja kita tidak lagi sesuatu yang mengada-ngada tetapi itu merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak jika kita tidak menginginkan mayoritas remaja kita terjerumus pada kebiasaan-kebiasaan yang kurang produktif.

Tidak mungkin kita serahkan semua tanggung jawab pendidikan anak pada masing-masing keluarga tanpa melibatkan Pemerintah untuk membuat lingkungan yang sehat bagi remaja-remaja kita.

Dengan setuju pada pemberlakuan jam malam anak-anak, tentunya orangtua harus siap mendampingi mereka saat mereka di rumah.

KH. Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Anakku Hanya Pintar Sekolah”

__________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.