Hari itu tiba-tiba anak saya yang baru duduk di TK B pulang dari mainnya. Tidak sebagaimana biasanya Ia mengucapkan salam ketika masuk rumah, Ia justru menyampaikan kata-kata, “halo abi”. Saya menjawabnya dengan, “Waalaikum salam adik”. Kemudian Ia masuk ruang keluarga dengan tergesa-gesa.
Beberapa saat kemudian Ia telah keluar kembali dari ruang keluarga dan menuju tempat bermainnya di halaman rumah. Tetapi anehnya kali ini Ia keluar dengan tanpa menyapa saya dan memasukkan tangan pada sakunya. Padahal saat itu saya sedang duduk santai di ruang tamu dan memperhatikannya.

Melihat perilaku anehnya akhirnya saya berinisiatif untuk memanggil dan menyapa. Ia terlihat salah tingkah dan berusaha menyembunyikan barang ditangannya. Saya bertanya, “Dik.. Apa yang ada di tanganmu?” Ia tidak menjawab dan langsung menujukkan uang lima ratus rupiah di tangannya. “Dik.. Untuk apa uang ini?” Iapun menjawab, “Aku pingin beli kelereng bi dapat satu buah”
Sejurus kemudian saya menawarkan diri kepadanya untuk meminta uang kepada umminya dan mengembalikan uang yang telah Ia ambil ke tempat semula (uang khusus untuk persiapan pengamen) sehingga Ia akan dapat kelereng lebih banyak.
Betapa girangnya Ia ketika meminta kepada umminya dan mendapat uang seribu lima ratus, berarti Ia mendapat 3 buah kelereng.

Saya berkata kepadanya, “Lain kali jika adik membutuhkan uang tinggal minta kepada Ummi tidak usah mengambil dari kota amal ya… Adik akan lebih banyak mendapat uang”. Ia mengangguk-angguk tanda setuju dan berlari menuju toko yang menjual kelereng.
Kadang-kadang untuk menjadikan anak lebih jujur tidak harus menceramahinya tentang kejujuran, cukup berikan pengalaman kepadanya untuk menikmati hasil kejujurannya. Maka Ia akan mengulangi lagi proses, sehingga ia terbiasa untuk jujur. Mohon doa semoga ia tumbuh dan berkembang menjadi anak yang jujur
Drs. H. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia
Disadur dari buku “Anakku Hanya Pintar Sekolah”
__________________
**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.


