Merangkai Moral

Bagaimana perasaan Anda, jika dalam sebuah tim sepakbola Anda dimasukkan sebagai striker pada 15 menit terakhir? Namun pada menit-menit akhir tersebut Anda mampu menjebol gawang lawan dan gol tersebut menentukan kemenangan tim Anda?.

Kami yakin bahwa anda akan sangat senang dan merasakan sensasi luar biasa jika benar-benar merasakan peristiwa seperti di atas. Sensasi ini barangkali yang menjadi dasar ilmiah munculnya teknik “merangkai” moral ini.

Dalam buku yang berjudul Mengubah Perilaku Siswa karya Mallary M. Collin, M.Ed dan Don H. Fontenelle. Ph.D disebutkan seorang anak taman kanak-kanak selalu meminta gurunya mengikatkan tali sepatunya. Gurunya menerapkan teknik ”merangkai” dengan memulai menganalisis tugas mengikat tali sepatu, mencatat setiap langkah yang perlu dalam mengikat tali sepatu, kemudian mempraktekkan setiap langkah sambil menerangkan kepada siswa langkah-langkah tersebut. Selanjutnya ia mengulangi lagi seluruh proses kecuali langkah terakhir untuk diselesaikan oleh siswa tersebut.

Pada hari selanjutnya guru tersebut mempraktekkan seluruh langkah kecuali 2 langkah terakhir, hari berikutnya menyisakan 3 langkah terakhir, hingga seluruh langkah dapat dilakukan oleh siswa tersebut. Teknik ini amat berguna untuk membentuk moral kemandirian pada anak-anak terutama pada keterampilan yang memerlukan rangkaian prosedur dalam penyelesaiannya.

Saat menghendaki putra kita mempunyai kemandirian dalam menyediakan minuman susu sehari-hari, dapat kita identifikasi tahapan pembuatan susu yang benar. Menyediakan gelas susu, menuangkan gula dan susu pada gelas tersebut dengan ukuran tertentu, membawa gelas tersebut kepada dispenser panas dengan hati-hati, menuangkan air panas, mengaduk dengan sendok dan menuangkan susu tersebut pada lepek kecil.

Pada tahap pertama kita dapat melakukan semua prosedur tersebut dengan baik lalu menyisakan prosedur terakhir yaitu menuangkan susu pada lepek kecil. Tahap kedua menyisakan mengaduk susu dan menuangkan pada lepek kecil. Tahap ketiga menuangkan air panas, mengaduk sendok dan menuangkan susu pada lepek kecil. Dan selanjutnya masuk tahapan keempat, kelima hingga seluruh prosedur dapat dilakukan anak dengan baik.

Jangan lupa pada setiap tahapan yang telah dilalui oleh anak kita harus selalu memberi penghargaan. Dengan demikian diharapkan sensasi keberhasilan selalu muncul saat anak dapat menyelesaikan suatu tahap tertentu.

Pada awalnya penghargaan dapat berupa benda atau pujian, selanjutnya sedikit demi sedikit penghargaan dalam bentuk benda dihapuskan dan hanya menyisakan penghargaan pujian, hingga akhirnya anak betul-betul termotivasi bukan karena penghargaan tersebut, tetapi karena telah menyelesaikan seluruh prosedur tersebut.

Teknik ”merangkai” moral ini merupakan kebalikan dari teknik ”membentuk” moral, namun ada satu prasyarat sama yang selalu dituntut dari orangtua dan guru, yaitu kesabaran dalam membimbing dan menerima hasil yang belum sempurna dari anak.

Drs. H. Miftahul Jinan, M. Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Aku Wariskan Moral Bagi Anakku”

________________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.