Harus Memilih

Orangtua dan guru mungkin mudah untuk bersepakat bahwa mereka harus mendidik moral pada anak-anak. Namun ketika ditanya kepada mereka tentang moral apa saja yang harus dibangun ?.

Seringkali mereka kebingungan dan pada akhirnya akan menjawab, ”Ya.. semua moral yang baik.” Dengan jawaban seperti ini, sebenarnya mereka dihadapkan pada ketidakjelasan arah dan tujuan pendidikan moral itu sendiri.

Kondisi di atas dapat diibaratkan sebagai seorang Dunga yang kebetulan terpilih menjadi manager timnas sepak bola Brazil. Pada awal mula ia sepakat dengan pengurus sepak bola Brazil untuk hanya memilih pemain bintang sebagai anggota timnas.

Namun permasalahan baru muncul ketika harus memilih 23 nama pemain Brazil diantara ratusan bintang sepakbola Brazil yang tersebar pada klub-klub sepakbola ternama di dunia.

Semua moral adalah baik dan bermanfaat untuk dibangun pada diri anak, namun kita harus memilih hanya beberapa moral yang akhirnya akan menjadi prioritas pendidikan kita. Dengan memilih beberapa moral, sebenarnya kita telah mendapatkan beberapa manfaat berikut ini:

  1. Mendorong kita untuk lebih fokus dalam menanamkannya pada diri anak. Hasil dari fokus ini adalah moral tersebut tertanam secara lebih permanen.
  2. Terlalu banyak moral akan menjadikan orangtua dan guru kesulitan menjadikan peristiwa yang terjadi pada keluarga atau kelas sebagai sarana untuk mendidik moral.
  3. Ada beberapa moral yang menjadi pilar atau induk moral, sehingga dengan memilih moral induk ini maka kita sebenarnya telah menyertakan beberapa moral yang lain.
  4. Dengan memilih hanya beberapa moral akan memungkinkan kita untuk membuat program di rumah atau di sekolah yang mendorong munculnya moral-moral tersebut. Di mana pada akhirnya orangtua dan guru juga lebih mudah mengevaluasi hasil programnya.
Beberapa Pilihan Moral

Di bawah ini adalah beberapa pendapat ilmuwan moral tentang jenis-jenis moral yang menjadi prioritas mereka dalam membangun moral.

Ust. Muhammad Anis Matta

Berdasarkan 3 nilai acuan moral dalam Islam: nilai kebenaran (akal), nilai kebaikan (hati) dan nilai keindahan (dzauq), Muhammad Anis Matta dalam bukunya Membentuk Moral Cara Islam menyebutkan 9 induk moral, yaitu:

  1. Cinta Kebenaran (jujur, adil, komitmen, amanah)
  2. Kekuatan Kehendak (optimis, tegas, tegar, disiplin)
  3. Himmah (ambisi, dorongan berprestasi, harga diri, keseriusan)
  4. Kesabaran (tenang, konsisten, pengendalian diri, santun)
  5. Rasa Kasih (pemaaf, empati, musyawarah, penolong)
  6. Naluri Sosial (bersih hati, ukhuwah, mampu bekerjasama)
  7. Cinta Manusia (bersih jiwa, keterlibatan emosional)
  8. Kedermawanan (pemurah, hemat, infak, itsar)
  9. Kemurahan hati (luwes, ceria, ridha, menyenangkan orang lain)
Ratna Megawangi

Dalam beberapa TK SBB (Semai Benih Bangsa) yang menjadi binaan Ibu Ratna Megawangi (Founder Indonesia Heritage Foundation) telah diimplementasikan beberapa pilar moral. Pilar-pilar ini menjadi nafas dari seluruh kegiatan belajar mengajar pada beberapa TK tersebut.

  1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya
  2. Kemandirian dan tanggung jawab
  3. Kejujuran/amanah, diplomatis
  4. Hormat dan santun
  5. Dermawan, suka menolong, dan gotong royong/kerja sama
  6. Percaya diri
  7. Kepemimpinan dan keadilan
  8. Baik dan rendah hati
  9. Toleransi, kedamaian dan kesatuan
  10. Kesehatan, kebersihan, kerapihan dan keamanan
Boby De Porter

Dengan pernyataan yang agak berbeda, Boby De Porter menyebutkan di dalam bukunya Quantum Teaching sebagai 8 Prinsip Keunggulan. Prinsip-prinsip ini akan menuntun perilaku dan menjadi pedoman setiap anak dalam menjalani kehidupan mereka. 8 prinsip keunggulan tersebut adalah;

  1. Integritas, bersikap jujur, tulus dan menyeluruh. Selaraskan nilai dengan perilaku.
  2. Kegagalan awal kesuksesan, kegagalan hanyalah memberikan informasi yang dibutuhkan anak sukses. Kegagalan itu tidak ada, yang ada hanya hasil dan umpan balik. Semua dapat bermanfaat jika anak tahu cara menemukan hikmahnya.
  3. Berbicara dengan niat baik, berbicara dengan pengertian positif, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi.
  4. Hidup saat ini, memusatkan perhatian anak pada saat sekarang dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
  5. Komitmen, penuhi janji dan kewajiban, laksanakan visi, dan melakukan yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan tugas.
  6. Tanggung jawab, bertanggung jawab atas tindakan yang diambil.
  7. Sikap luwes dan fleksible, bersikap terbuka terhadap perubahan atau pendekatan baru yang dapat membantu anak memperoleh hasil yang diinginkan.
  8. Keseimbangan, menjaga keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa. Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara 3 bidang ini.
Amru Muhammad Hilmi Khalid

Amru Khalid di dalam bukunya yang berjudul Akhlak Al Mu’min menyebutkan beberapa akhlak utama yang perlu dimiliki oleh seorang mu’min jika menginginkan dirinya mulia seperti Rasulullah. Beberapa akhlak utama tersebut adalah;

  1. Ihsan (ihsan kepada orangtua, saudara, binatang, dll.)
  2. Tawadhu
  3. Jujur
  4. Amanah
  5. Tepat janji
  6. Malu
  7. Kasih sayang
Diane Tillman

Dalam bukunya yang berjudul Living Values Activities for Children (Pendidikan Nilai untuk Anak) Diane menyebutkan beberapa nilai utama yang harus diajarkan kepada anak. Buku ini menjadi rujukan bagi pendidikan nilai bagi anak-anak seluruh dunia yang didukung oleh Unesco. Diantara nilai-nilai yang ditulis oleh Diane adalah:

  1. Kedamaian
  2. Penghargaan
  3. Cinta
  4. Toleransi
  5. Kebahagiaan
  6. Tanggung Jawab
  7. Kerja sama
  8. Kerendahan hati
  9. Kejujuran
  10. Kesederhanaan
  11. Kebebasan
  12. Persatuan

Bapak/Ibu, orangtua, dan guru, contoh-contoh moral yang dipilih oleh beberapa tokoh pendidikan dan lembaga sosial telah kita ketahui bersama. Saat ini waktunya untuk memilih moral bagi anak kita. Mari kita mencoba untuk berimajinasi sosok anak yang ideal dan kita impikan. Kemudian kita berpikir apa moral-moral yang diperlukan bagi munculnya sosok anak ideal tersebut.

Pastikan semua hasil imajinasi dan pemilihan tersebut kita tulis dan kita diskusikan dengan pasangan atau rekan kerja secara sungguh-sungguh, karena impian yang ditulis dan disampaikan kepada orang-orang yang kita percayai akan lebih mudah untuk diwujudkan. Kita memang harus memilih bagi moralitas kehidupan anak-anak kita.

Drs. H. Miftahul Jinan, M. Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Aku Wariskan Moral Bagi Anakku”

________________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.