“Haruskah Menunggu Lahan Luas untuk Mulai Peduli?”

Gagasan One Student One Tree lahir dari kesadaran bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari proyek besar. Setiap murid, di mana pun ia berada—baik di sekolah berlahan luas maupun sempit, di rumah dengan halaman atau hanya balkon—tetap dapat mengambil peran.

Satu murid, satu pohon, satu tanggung jawab kehidupan.

Gerakan ini tidak menuntut keseragaman, melainkan mengedepankan adaptasi. Pohon yang ditanam bukan sekadar simbol seremonial, tetapi makhluk hidup yang harus dirawat dengan kesadaran, diamati pertumbuhannya, dan dipelajari maknanya. Pada titik ini, murid belajar bahwa tanggung jawab tidak selalu spektakuler—yang terpenting adalah konsistensi dalam mengawal pertumbuhan.

Secara faktual, tidak semua sekolah memiliki lahan luas, dan tidak semua rumah memiliki halaman. Namun keterbatasan ruang bukan penghalang untuk “menanam nilai”.

Di sekolah dengan lahan luas, pohon dapat menjadi peneduh, kebun edukatif, atau batas alami lingkungan. Di lahan sempit, pot besar, planter box, atau taman vertikal menjadi solusi. Pohon dalam pot (tabulampot) tetap memberi pengalaman merawat, mengamati, dan belajar, tanpa kehilangan makna ekologisnya.

Hal yang sama berlaku di rumah. Baik halaman luas, rooftop, maupun balkon, kesemuanya tetap bisa menjadi ruang kontribusi.  Poin utamanya bukan pada luas tanah, melainkan pada keterlibatan manusianya.

Sampai di sini, apakah semakin penasaran? Mari ikuti seri ketiganya yuuk….

Arif Santoso, S.T., C.NLC.

Trainer Griya Parenting Indonesia

Penulis Buku Teacher as Coach

___________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.