{"id":2039,"date":"2024-11-18T18:47:33","date_gmt":"2024-11-18T11:47:33","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=2039"},"modified":"2025-02-14T21:54:19","modified_gmt":"2025-02-14T14:54:19","slug":"apa-sih-bahayanya-anak-membentuk-geng-bawang-di-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=2039","title":{"rendered":"APA SIH BAHAYANYA ANAK MEMBENTUK \u201cGENG BAWANG\u201d DI SEKOLAH?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Mama, aku gak mau temenan sama Reta lagi ah!\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cLoh kenapa? Bukannya adek suka main sama Reta kemarin?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cIya Mah, tapi sekarang ndak dibolehin main sama \u201cBos Jenny\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cLoh, siapa sih \u201cBos Jenny?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin saja anak Anda sedang mengikuti kelompok \u201cgeng-geng bawang\u201d atau \u201cgeng-geng\u201d yang terdiri dari sekelompok anak usia dini yang menerapkan aturan tertentu di sekolah. Alasannya mengikuti \u201cgeng bawang\u201d ini beragam, salah satunya mungkin karena Anak Anda ingin terhindar dari \u201cbullying\u201d geng tersebut. Akhirnya anak terpaksa ikut masuk menjadi anggota \u201cgeng bawang\u201d tertentu di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai orang tua seharusnya tidak menganggap remeh kondisi seperti ini. \u201cGeng-geng\u201d yang dibentuk sejak dini bisa jadi berkembang ke arah yang negatif dengan menerapkan aturan-aturan yang juga mengarah ke hal negatif.<br>Umumnya, untuk masuk ke \u201cgeng\u201d tertentu anak tidak diijinkan oleh ketua geng berteman dengan salah satu anak lain di kelas, atau anak dituntut untuk menggunakan salah satu atribut sekolah yang sama dengan anggota lain di dalam geng tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh anak diminta untuk menggunakan tas dengan warna dan model yang sama ke sekolah, anak juga diminta menggunakan sepatu sama di hari-hari tertentu, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan aturan tertentu, yang dibuat oleh anggota ataupun ketua \u201cgeng\u201d mungkin dimaksudkan agar \u201cgeng\u201d tersebut memiliki identitas diri. Artinya, baik anggota maupun ketua \u201cgeng\u201d berpikiran bahwa mereka berbeda dengan teman-teman yang lain atau lebih jauh bahwa mereka memiliki derajat yang \u201clebih tinggi\u201d daripada temanteman lain yang tidak masuk dalam \u201cgeng\u201d tersebut. Tentunya, Anda tidak ingin anak-anak memiliki pemikiran seperti ini, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini karena banyak sekali efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan dari pembentukan \u201cgeng-geng bawang\u201d seperti ini. Salah satunya adalah paparan perilaku kekerasan yang bisa ditimbulkan dari pergaulan di dalam satu geng. Sebagai contoh, anak diminta untuk mendapatkan salah satu barang berharga dari teman di luar geng, seperti alat tulis baru yang dimiliki, jepit rambut lucu, bahkan bisa berkembang pada \u201cuang\u201d yang dimiliki oleh teman<br>lain di luar \u201cgeng\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika terus dibiarkan, perilaku seperti ini bisa jadi berkembang ke arah yang lebih negatif, seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang, mengkonsumsi alkohol, atau mencuri hanya karena aturan di dalam suatu \u201cgeng\u201d ketika dewasa kelak. Anak-anak tidak hanya melakukan hal-hal negatif tapi akan terus tumbuh dalam kelompok dengan aktivitas negatif yang terus berkembang jika dibiarkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lalu, adakah faktor lain yang dapat memicu anak- anak tergabung dalam \u201cgeng-geng bawang?\u201d<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry setidaknya terdapat faktor lain yang memicu anak untuk tergabung dalam suatu \u201cgeng\u201d selain untuk menghindari \u201cbullying\u201d. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hidup dalam Lingkungan dengan Aktivitas \u201cGeng\u201d Tinggi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lingkungan memang menjadi salah satu faktor terpenting terkait pertumbuhan anak-anak. Jika anak memang hidup di lingkungan dengan aktivitas \u201cgeng\u201d yang tinggi, maka bisa memicu anak meniru aktivitas tersebut. Termasuk jika anak tumbuh dalam keluarga yang memang seringkali membentuk \u201cgeng-geng\u201d tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kurangnya Perhatian dari Orang tua atau Orang Dewasa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurangnya perhatian dari orang tua atau orang dewasa di sekitarnya juga bisa memicu anak untuk ikut tergabung dalam \u201cgeng\u201d. Anak mungkin seringkali \u201cdi-bully\u201d dan tidak adanya pembelaan dari orang tua atau orang dewasa di sekitarnya. Sehingga satu-satunya cara agar anak tidak lagi \u201cdi-bully\u201d adalah dengan bergabung menjadi anggota suatu \u201cgeng\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kurangnya Teladan Baik dari Paparan Media<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa media seperti televisi yang menayangkan film-film dengan menggunakan kekerasan dalam suatu \u201cgeng\u201d juga bisa menjadi pemicu anak-anak ingin tergabung dalam suatu \u201cgeng\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tingkat Percaya Diri yang Rendah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki oleh anak kemungkinan bisa memicu anak bergabung dalam suatu \u201cgeng\u201d. Anak-anak mungkin saja mendapatkan kepercayaan diri saat bersama dengan \u201cgeng\u201d karena adanya \u201cpower\u201d yang dimiliki oleh \u201cgeng\u201d tersebut. Seperti kenyataan bahwa anggota \u201cgeng\u201d tersebut disegani oleh anakanak lain, maka secara tidak langsung rasa percaya diri anak pun akan tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Adanya Banyak Waktu Luang yang Tidak Terstruktur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyaknya waktu luang yang tidak terstruktur juga bisa memicu anak tergabung dalam \u201cgeng\u201d tertentu. Misalnya waktu luang setelah pulang sekolah, waktu luang saat hari libur. Anak-anak yang merasa bosan, biasanya ingin melakukan hal lain yang menyenangkan. Nah, jika saja ada tawaran dari salah satu anggota \u201cgeng\u201d, bisa saja anak tertarik bergabung dengan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perasaan Putus Asa dari Anak-anak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perasaan putus asa karena masalah tertentu dalam keluarga, seperti kekerasan, perceraian, kemiskinan, bisa juga memicu anak-anak tergabung dalam \u201cgeng\u201d tertentu. Tujuannya awalnya mungkin sebagai pelarian agar anak merasa lebih bahagia, namun bisa berefek buruk bagi perkembangan anak selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Adanya Gangguan Perilaku atau Mental<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal lainnya yang bisa memicu anak ikut bergabung dalam \u201cgeng\u201d tertentu adalah kenyataan bahwa anak memiliki gangguan perilaku atau gangguan mental seperti ODD (Oppositional Defiant Disorder). ODD adalah gangguan perilaku yang ditandai oleh suasana hati yang mudah marah atau mudah tersinggung dan perilaku pendendam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, saat anak memiliki \u201cdendam\u201d dengan temannya inilah mungkin saja anak berusaha membalas temannya tersebut dengan meminta bantuan dari salah satu \u201cgeng\u201d yang dikenalnya. Sehingga mau tidak mau anak harus bergabung dengan \u201cgeng\u201d tersebut terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Harus dilakukan Parents untuk Mencegah Anak Membentuk \u201cGeng Bawang\u201d?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghadapi perilaku anak yang ikut dalam keanggotaan suatu \u201cgeng\u201d memang tidak mudah. Apalagi jika \u201cgeng\u201d tersebut membawa pengaruh buruk bagi anak. Untuk itu Anda perlu mengetahui alasan utama anak ikut bergabung dalam suatu \u201cgeng\u201d. Tak hanya itu, cara lain juga bisa ditempuh untuk mencegah anak tergabung dalam \u201cgeng\u201d, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memberi Perhatian Lebih Pada Pergaulan Anak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan Anda mengetahui apa saja yang dilakukan oleh anak sepulang sekolah. Anda juga boleh loh mengajak anak bercerita tentang teman-temannya di sekolah termasuk apa saja yang selalu dilakukan saat bersama dengan teman-teman. Hal ini dilakukan agar Anda tetap bisa mengontrol siapa saja yang bergaul dengan anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Libatkan Anak dalam Kegiatan-Kegiatan Bermanfaat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Libatkan anak-anak dalam kegiatan yang bermanfaat, misalnya dorong anak mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Dengan begitu anak-anak memiliki waktu luang yang bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ikut dalam Pertemuan Rutin Orang tua dan Anak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaiknya Anda tetap menghadiri pertemuan rutin dengan orang tua murid serta anak-anak. Kesempatan ini bisa Anda gunakan untuk mengenal mereka lebih lanjut. Sehingga Anda bisa mempersiapkan tameng jika ada salah satu orang tua dan anak yang bisa berpengaruh buruk dalam perkembangan sosial anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, Anda bisa juga mengizinkan anak bermain dengan teman-temannya di rumah sesekali. Kesempatan ini bisa Anda gunakan untuk mengenal lebih jauh mengenai teman-teman anak Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jangan Izinkan Anak Menggunakan Atribut yang Mengacu Pada <em>Identitas suatu \u201cGeng\u201d<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa, suatu \u201cgeng\u201d akan memilih atribut untuk identitas mereka. Untuk itu, tegaskan pada anak, bahwa Ia tidak boleh menggunakan atribut tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Beritahu Anak Bahayanya Membentuk \u201cGeng\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak mungkin akan bertanya tentang \u201cmengapa Ia tidak diijinkan tergabung dalam geng\u201d? Untuk itu, jelaskan bahayanya dengan sederhana dan mudah dimengerti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah Apa yang Harus Diterapkan Pihak Sekolah?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembentukan \u201cgeng\u201d atau keterlibatan anak dalam aktivitas suatu \u201cgeng\u201d memang sering terjadi di sekolah karena sekolah adalah tempat di mana anak-anak mengenal dan memiliki banyak teman, sekaligus terpengaruh berbagai macam hal. Untuk itu, pihak sekolah harus ikut berperan aktif dalam menyikapi hal ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Sekolah, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Merotasi atau Memindah Pasangan Duduk Anak-Anak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan merotasi pasangan duduk dalam kelas, anak-anak diharapkan akan mengenal semua teman-teman dalam satu kelas tersebut. Harapannya agar anak-anak bisa bergaul baik dengan semua teman kelas dan menghindarkan anak dari perilaku nge-geng.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Atur Kelompok yang Berbeda-Beda untuk Tiap Tugas Sekolah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, pihak sekolah atau guru juga bisa nih memilihkan anggota kelompok yang berbeda untuk tiap tugas kelompok yang berbeda. Fungsinya, agar anak mampu berteman dengan semua siswa dalam kelas dengan pergaulan yang lebih luas, sehingga tidak terbentuk geng-geng tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya saja \u201cgeng\u201d khusus anak rajin. Pembentukan kelompok ini juga berfungsi agar anak-anak yang lebih pandai bisa membantu teman-temannya yang merasa kurang dalam pelajaran tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Buat Peraturan Tegas, bahwa Anak Dilarang Membawa Benda yang Tidak <em>Ada Kaitannya dengan Pelajaran<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaiknya pihak sekolah harus tegas dalam penerapan aturan ini. Hal ini agar konsentrasi siswa tidak terpecah karena adanya barang atau benda yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Barang atau benda seperti mainan, atau ponsel tentunya akan menarik perhatian tiap siswa dan bisa saja siswa lain ikut membawanya. Akhirnya akan timbul \u201cgeng\u201d dengan barang-barang tertentu di dalam kelas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Seragamkan Atribut Sekolah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal yang sudah dilakukan oleh sekolah di Indonesia, yang harus diapresiasi adalah menyeragamkan atribut sekolah. Hal ini memang berfungsi agar tidak ada perbedaan status sosial pada anak didik. Dengan begitu, kecenderungan untuk berperilaku \u201clebih\u201d dari pada siswa lain akan menipis. Sehingga tidak ada lagi yang namanya \u201cgeng\u201d siswa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Diskusi dengan Orang Tua Siswa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak sekolah juga harus sering berdiskusi dengan orang tua siswa, khususnya terkait kasus pembentukan \u201cgeng\u201d. Anak bukan hanya harus diberi pengarahan oleh sekolah, namun juga harus diberi pemahaman dari kedua orangtua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembentukan \u201cgeng\u201d pada anak-anak memang cukup meresahkan. Apalagi jika sampai mempengaruhi perilaku anak ke hal-hal negatif. Untuk itu, baik orang tua maupun pihak sekolah harus turut berperan aktif agar \u201cgenggeng bawang\u201d yang dibentuk oleh siswa tidak menimbulkan efek negatif jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>===<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber Tulisan: Repost dari <\/em><a href=\"https:\/\/schoolofparenting.id\/apa-sih-bahayanya-anak-membentuk-geng-bawang-di-sekolah\/\"><em>School of Parenting<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Informasi layanan training dan pemesanan buku:&nbsp;<\/em><a href=\"http:\/\/wa.me\/6281272702219\"><strong><em>081272702219<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-comments\">\n\n\n\n\n\n\t<div id=\"respond\" class=\"comment-respond wp-block-post-comments-form\">\n\t\t<h2 id=\"reply-title\" class=\"comment-reply-title\">Leave a Reply<span class=\"ct-cancel-reply\"><a rel=\"nofollow\" id=\"cancel-comment-reply-link\" href=\"\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fposts%2F2039#respond\" style=\"display:none;\">Cancel Reply<\/a><\/span><\/h2><p class=\"must-log-in\">You must be <a href=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-login.php?redirect_to=https%3A%2F%2Fgriyaparentingindonesia.com%2F%3Fp%3D2039\">logged in<\/a> to post a comment.<\/p>\t<\/div><!-- #respond -->\n\t<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mama, aku gak mau temenan sama Reta lagi ah!\u201d \u201cLoh kenapa? Bukannya adek suka main sama Reta kemarin?\u201d \u201cIya Mah, tapi sekarang ndak dibolehin main sama \u201cBos Jenny\u201d \u201cLoh, siapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40],"tags":[],"class_list":["post-2039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirator"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2039"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2512,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2039\/revisions\/2512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}