{"id":2558,"date":"2025-02-17T15:47:26","date_gmt":"2025-02-17T08:47:26","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=2558"},"modified":"2025-02-17T15:47:31","modified_gmt":"2025-02-17T08:47:31","slug":"beda-antara-bisa-dan-terbiasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=2558","title":{"rendered":"Beda Antara Bisa dan Terbiasa"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa bulan terakhir ini saya mendapatkan amanah untuk membantu beberapa pondok pesantren terutama dalam hal pengasuhan santri dan manajemen kamar mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap <em>training<\/em> program diatas, rata-rata mereka dapat melaksanakan dengan baik seperti standardisasi kerapian lemari santri, tanggung jawab pada barang kecil dan pola komunikasi antara wali asuh santri dan santrinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun setelah dua bulan hingga tiga bulan, tidak semua pesantren mampu melanjutkan program tersebut kecuali beberapa pesantren yang mempunyai energi untuk Istiqomah melaksanakan terus menerus dan memiliki sistem evaluasi yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena untuk \u201cbisa\u201d orang hanya perlu energi awal untuk memulai sesuatu dengan benar. Tetapi untuk \u201cterbiasa\u201d orang perlu energi lanjutan untuk tetap melaksanakan dalam rentang waktu yang cukup panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti mengajarkan anak untuk \u201cbisa\u201d merapikan mainannya dengan mempraktekkan merapikannya setelah bermain. Dimulai dari contoh orangtua untuk merapikan mainan putranya, kemudian mengajarkan kepadanya. Tetapi untuk \u201cterbiasa\u201d seorang anak harus bertanggung jawab terhadap mainannya dan ia perlu energi untuk \u201cbisa\u201d dan \u201cmau\u201d merapikan hingga selanjutnya membiasakan untuk merapikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa berbeda dengan terbiasa, bisa adalah mengajari anak untuk melakukan suatu aktifitas positif tertentu. Sementara terbiasa adalah melajutkan kegiatan yang sudah bisa dilakukan sehingga menjadi kebiasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBisa\u201d dimensinya kognitif psikomotor sementara \u201cterbiasa\u201d lebih sering pada dimensinya afektif. \u201cBisa\u201d adalah skill dan \u201cterbiasa\u201d adalah karakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Griya Parenting Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa bulan terakhir ini saya mendapatkan amanah untuk membantu beberapa pondok pesantren terutama dalam hal pengasuhan santri dan manajemen kamar mereka. Pada tahap training program diatas, rata-rata mereka dapat melaksanakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2565,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[151,172,171,173,174,175,166,167,45,46,58,57,170,165,168,65,66,169,164],"class_list":["post-2558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-miftahul-jinan","tag-bisa-karena-terbiasa","tag-cara-agar-santri-memiliki-tanggung-jawab-terhadap-hal-kecil","tag-cara-agar-santri-terbiasa-melakukan-hal-positif","tag-cara-membangun-komunikasi-positif-antara-wali-asuh-dan-santrinya","tag-cara-memberi-motivasi-agar-terbiasa-dengan-hal-baik","tag-cara-memberi-semangat-untuk-membiasakan-hal-baik","tag-cara-memotivasi-anak-agar-terbiasa-dengan-hal-baik","tag-cara-memotivasi-santri-agar-terbiasa-dengan-hal-baik","tag-griya-parenting-indonesia","tag-griya-parenting-islami","tag-indonesian-parenting","tag-islamic-parenting","tag-istiqomah-melaksanakan-terus-menerus","tag-membangun-kesadaran-santri-terhadap-akivitas-positif","tag-membiasakan-aktivitas-positif","tag-miftahul-jinan","tag-parenting-indonesia","tag-sistem-evaluasi-yang-jelas","tag-strandarisasi-kerapian-lemari-santri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2558"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2559,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2558\/revisions\/2559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}