{"id":3301,"date":"2025-10-09T15:43:55","date_gmt":"2025-10-09T08:43:55","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=3301"},"modified":"2025-10-09T15:44:00","modified_gmt":"2025-10-09T08:44:00","slug":"8-kunci-agar-anak-tidak-menjadi-generasi-home-service-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=3301","title":{"rendered":"8 Kunci Agar Anak Tidak Menjadi Generasi Home Service (Part 1)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini ada istilah generasi <em>home service<\/em>. Apa artinya, apa saja penyebabnya dan bagaimana agar anak terhindar dari hal tersebut ?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMa, sepatuku mana?\u201d Milena berteriak. Hampir setiap pagi seperti itu. \u201cKaos kakinya nggak ada Ma. Cepetan cariin!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIh, ini kusut. Pasti belum disetrika ya,\u201d katanya bersungut-sungut. \u201cIni rok abu-abuku sudah mulai kusam Ma. Nanti siang beliin ya. Soalnya besok mau aku pakai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan hanya Milena yang bersikap seperti itu. Banyak anak SMA lainnya yang dikeluhkan oleh orangtua karena mengalami gejala serupa. Sudah besar, tapi belum mandiri. Sudah berseragam putih abu-abu, tapi masih minta semuanya dilayani. Belum bisa mengerjakan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Generasi <em>\u201cHome Service\u201d, <\/em>demikian istilah untuk mereka. Generasi ini merupakan generasi yang selalu minta dilayani. Dalam istilah Al Quran, mereka termasuk <em>dzurriyatan dhi\u2019afa <\/em>(generasi lemah). Lemah dalam kemandirian, lemah dalam menghadapi tantangan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa anak menjadi generasi <em>home service<\/em> ?, setidaknya ada delapan sebab secara umum, sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">1. Sejak Kecil Terbiasa dilayani <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak kecil dilayani, apalagi oleh pembantu, bisa membuat anak kecanduan untuk selalu minta dilayani.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">2. Selalu ditemani Babbysitter<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di zaman sekarang, kadang ada anak-anak yang ke mana-mana diikuti babbysitter. Ketika ada sesuatu, dengan cekatan <em>babbysitter<\/em> melakukan aksinya. Beberapa kali saya melihat kejadian serupa di plaza dan mall.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seharusnya, anak bisa mulai bermain sendiri bersama teman seusianya. Kadang berselisih, kadang ada yang menangis, tidak masalah. Itu melatih kemandirian dan emosi mereka. Orangtua tidak perlu turun tangan yang justru bisa menghambat kemandirian anak dan membuat anak tergantung. Bahkan bisa timbul pertengkaran antar tetangga jika orangtua turun tangan.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">3. Keperluan Selalu dipenuhi Tanpa dilatih Berusaha Sendiri<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika keperluan anak selalu dipenuhi tanpa dilatih berusaha sendiri, anak bisa tumbuh menjadi generasi <em>home service<\/em>. Anak mau mainan, diambilkan. Anak mencari kaos kaki, dicarikan. Anak habis makan, orangtua yang merapikan.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">4. Terlalu Lama Pakai Popok Bayi dan Selalu disuapi<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umumnya, bagi orangtua yang ingin praktis dan tidak mau repot, mereka memilih anak-anaknya pakai popok bayi saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDaripada nanti ngompol, repot membersihkan lantai dan cucian menumpuk,\u201d demikian pertimbangannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena tak ingin anaknya lapar, anak disuapi. Jika terbawa sampai besar, ini akan berbahaya. Apalagi anak minta disuapi sambil mainan gadget. Faktanya, ada anak usia SD masih disuapi kalau makan.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">5. Terbiasa dicarikan Tanpa Berusaha Mencari Sendiri<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usia tiga tahun: \u201cMa, mana mainanku yang kemarin?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usia SD: \u201cMa, ambilkan tasku\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usia SMP: \u201cMa, mana buku pelajaranku?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau selalu dicarikan tanpa ia berusaha mencari sendiri, sampai dewasa pun akan terbiasa begitu. Menjadi generasi <em>home service<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">6. Terbiasa dibantu<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pakai baju dibantu, pakai sepatu dibantu, mengancingkan baju dibantu. Terus begitu. Akhirnya ia selalu membutuhkan bantuan dan sulit mandiri.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">7. Terlalu Banyak Main Gadget yang Serba Instan<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan google, anak bisa mencari apa pun secara cepat. Di <em>playstore, <\/em>anak bisa mendapatkan aplikasi apa pun yang diinginkannya secara instan. Apalagi jika ia selalu main <em>game, <\/em>otaknya bisa terpola untuk mengharap sesuatu secara instan tanpa proses yang semestinya.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">8. Keinginannya Selalu dipenuhi Orangtua<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya sering mendapati anak-anak SD bahkan TK sudah punya <em>smartphone <\/em>sendiri. Ini salah satu indikasi keinginan anak yang selalu dipenuhi orangtua dan itu berbahaya. Dealer resmi iPhone dan iPad hanya mau menjual gadget itu pada usia minimal 17 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada delapan kunci agar anak tidak menjadi generasi <em>home service<\/em>. Yuk kita bahas dan kita amalkan.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">1. Latih anak mandiri sejak dini<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melatih anak toilet <em>training<\/em>, mandi sendiri, pakai baju sendiri dan pakai sepatu sendiri akan membuat anak lebih mandiri. Toilet <em>training <\/em>bisa dilakukan pada usia 2-3 tahun. <\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">2. Latih Anak Bertanggungjawab<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak dini, tanamkan rasa tanggung jawab kepada anak. Di usia 2-3 tahun, anak-anak perlu dilatih membereskan mainan dan merapikan bukunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di usia 4 tahun sudah mulai dibiasakan membereskan tempat tidur, meletakkan piring kotor di tempatnya, dan membuang sampah. Saat ia masuk sekolah, sejak saat ini harus dilatih untuk merapikan tasnya dan mempersiapkan peralatan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat SD, sebisa mungkin setiap ada tugas anak berusaha menyelesaikan sendiri. Kecuali hal yang memang benar-benar membutuhkan bantuan dan bimbingan orangtua.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">3. Biasakan Anak Tumbuh dengan Tantangan<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasakan anak-anak tumbuh dengan tantangan. Bukan menuruti semua keinginannya. Misalnya anak ingin mainan. Ajak ia menabung terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Carol Dweck, Psikolog dari Stanford University, mengatakan, \u201cHadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersambung&#8230;&#8230;..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Griya Parenting Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kini ada istilah generasi home service. Apa artinya, apa saja penyebabnya dan bagaimana agar anak terhindar dari hal tersebut ? \u201cMa, sepatuku mana?\u201d Milena berteriak. Hampir setiap pagi seperti itu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[418,419,413,421,698,424,415,411,422,423,416,420,45,46,58,57,65,305,306,66,414,417,697,412],"class_list":["post-3301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-miftahul-jinan","tag-anak-mandiri-anak-bahagia","tag-anak-mandiri-orangtua-bahagia","tag-cara-agar-anak-menjadi-mandiri","tag-cara-agar-anak-menjadi-pribadi-yang-bertanggung-jawab","tag-cara-agar-anak-tidak-menjadi-generasi-home-service","tag-cara-melatih-anak-agar-bisa-bertanggungjawab","tag-cara-melatih-anak-agar-mandiri","tag-cara-mendidik-anak-agar-mandiri","tag-cara-mendidik-anak-agar-peka-terhadap-kebutuhannya","tag-cara-mendidik-anak-agar-peka-terhadap-lingkungannya","tag-cara-menumbuhkan-karakter-mandiri-pada-anak","tag-cara-menumbuhkan-kemandirian","tag-griya-parenting-indonesia","tag-griya-parenting-islami","tag-indonesian-parenting","tag-islamic-parenting","tag-miftahul-jinan","tag-parenting-anak","tag-parenting-anak-indonesia","tag-parenting-indonesia","tag-pendidikan-karakter-anak","tag-tips-and-trick-agar-anak-menjadi-mandiri","tag-tips-and-trick-agar-anak-tidak-menjadi-home-service","tag-tisp-mengajarkan-kemandirian-pada-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3301"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3306,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3301\/revisions\/3306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}