{"id":3801,"date":"2026-02-06T09:45:15","date_gmt":"2026-02-06T02:45:15","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=3801"},"modified":"2026-02-06T09:45:19","modified_gmt":"2026-02-06T02:45:19","slug":"akrab-kembali-dengan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=3801","title":{"rendered":"Akrab Kembali dengan Anak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemakin renggang\u201d, inilah pernyataan yang banyak dikeluhkan oleh orangtua yang mempunyai putra-putri yang semakin besar. Anak yang dulu begitu manis dan selalu menuruti ucapan orangtua tiba-tiba berubah drastis dengan perilaku baru yang terlihat kurang hormat dan menaati mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenonema di atas bukan kejadian yang aneh. Dengan semakin luas wilayah sosial anak, objek yang disenangi anak juga semakin beragam, dan objek tersebut tidak lagi selalu dari orangtua mereka. Perluasan wilayah sosial anak dengan pola interaksi yang sejajar mendorong anak tak lagi mau diperlakukan seperti anak kecil yang harus selalu menurut dan bergantung kepada orangtua (Psikologi Perkembangan). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, seluruh perubahan anak tersebut tidak selalu diikuti perubahan orangtuanya, bahkan secara\u00a0 tidak sadar mereka berusaha untuk mempertahankan otoritas ketergantungan anak tersebut selama mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemakin renggang\u201d bukanlah kejadian luar biasa, namun bukan berarti menyikapinya dengan membiarkan hubungan kita semakin renggang. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membangun kembali keakraban dengan anak-anak kita, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">1.\u00a0Bermain dan Bercanda bersama Anak. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebutuhan untuk bermain dan bercanda bukan monopoli anak yang masih kecil saja, bahkan anak yang mulai menginjak remaja pun masih sangat perlu untuk kita ajak bermain dan bercanda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umar ra berkata, \u201cHendaklah seseorang ketika berada ditengah keluarganya seperti anak kecil yang masih suka bermain dan bercanda. Namun, ketika tersentuh kehormatannya, ia akan menjadi lelaki sejati.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">2.\u00a0Memberi Kecupan, Perhatian dan Kasih Sayang. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang selalu kita kecup setiap berpisah lebih besar kemungkinannya terbebas dari pengaruh negatif. Kecupan di kening melahirkan ikatan yang kuat, mewujudkan perhatian, dan menumbuhkan kasih sayang.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">3.\u00a0Berdialog dan <em>Sharing <\/em>dengan Anak. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dialog yang baik dan sharing yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan diri anak secara signifikan. Seorang anak yang selalu diajak berdialog dan sharing oleh orangtua akan merasakan keberadaan dirinya sangat bermakna bagi sosialnya.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">4.\u00a0Menggunakan Respon dan Menghindari Reaksi.<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaksi adalah tindakan yang didasari pemikiran pertama saat melihat perilaku positif\/negatif anak. Respon adalah tindakan yang didasari pemikiran mendalam dengan melihat sebab dan akibat terhadap perilaku di atas.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">5.\u00a0Memberikan Hadiah, Penghargaan, dan pujian kepada anak. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah SAW. bersabda, \u201dSaling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">6.\u00a0Lebih Banyak Mendengar daripada Berbicara. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat anak bereksplorasi pada lingkungan baru dengan nilai-nilai yang seringkali berbeda, sebenarnya mereka mempunyai pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya. Jika orangtua mampu merangsang mereka untuk menyampaikan tanpa rasa takut, mereka akan mempunyai kesempatan untuk membangun fikrah (pemikiran) yang baik. Pastikan orangtua lebih banyak mendengar dan membiarkan anak berkata tanpa rasa takut dan malu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKeakraban bukan inti dalam mendidik anak, tetapi ia adalah pintu satu-satunya untuk menuju inti tersebut\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Griya Parenting Indonesia <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disadur dari buku &#8220;Tips Instan Mendidik Anak&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">___________________<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">**) Kami mengundang Bapak\/Ibu, Ustadz\/ah untuk mengisi rubrik \u201cInspirator\u201d. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.<br>**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut<br>**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSemakin renggang\u201d, inilah pernyataan yang banyak dikeluhkan oleh orangtua yang mempunyai putra-putri yang semakin besar. Anak yang dulu begitu manis dan selalu menuruti ucapan orangtua tiba-tiba berubah drastis dengan perilaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[864,888,876,890,878,877,891,45,46,58,57,863,65,66,414],"class_list":["post-3801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-miftahul-jinan","tag-cara-membangun-karakter-internal-anak","tag-cara-membangun-keakraban-dengan-anak","tag-cara-membangun-moral-anak","tag-cara-membangun-sikap-harmonis-dalam-keluarga","tag-contoh-pendidikan-karakter-bagi-anak","tag-contoh-pendidikan-moral-bagi-anak","tag-contoh-sikap-orangtua-dalam-membangun-keakraban-dengan-anak","tag-griya-parenting-indonesia","tag-griya-parenting-islami","tag-indonesian-parenting","tag-islamic-parenting","tag-karakter-internal-anak","tag-miftahul-jinan","tag-parenting-indonesia","tag-pendidikan-karakter-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3802,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3801\/revisions\/3802"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}