{"id":4368,"date":"2026-07-02T12:28:38","date_gmt":"2026-07-02T05:28:38","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368"},"modified":"2026-07-07T10:13:37","modified_gmt":"2026-07-07T03:13:37","slug":"mengelola-konflik-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368","title":{"rendered":"Mengelola Konflik Anak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi orangtua yang memiliki dua, tiga, atau empat anak, konflik diantara anak-anak mungkin menjadi menu harian hidupnya. Konflik tersebut dapat berupa pertikaian verbal, pertikaian fisik, atau gabungan antara keduanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak hal yang dapat menjadi penyebab mereka bertikai. Seperti rebutan mainan diantara mereka, perasaan gemas kakak terhadap adiknya yang berujung sikap usil, pilihan acara televisi yang berbeda, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa orangtua merasa khawatir jika konflik tersebut menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa sehingga mendorong mereka untuk segera menghentikan atau berusaha mencegah terjadinya konflik tersebut. Mereka mempunyai pandangan bahwa konflik adalah peristiwa yang sangat buruk dan harus dihindari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"319\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/sunriseforever-resentment-5194799_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4373\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/sunriseforever-resentment-5194799_640-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/sunriseforever-resentment-5194799_640-edited-768x382.jpg 768w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/sunriseforever-resentment-5194799_640-edited-300x149.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/sunriseforever-resentment-5194799_640-edited-600x299.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan persepsi tersebut, orangtua seringkali melakukan beberapa kesalahan ketika mengelola konflik anak-anak mereka. Diantara kesalahan tersebut adalah:<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">1. Menyelesaikan Konflik Anak dengan Emosi Berlebihan. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persepsi yang kurang benar bahwa bertikai adalah kesalahan besar akhirnya mendorong banyak orangtua untuk menyelesaikan pertikaian anak-anak mereka melalui amarah dan emosi yang tinggi, baik dengan cara membentak mereka atau bahkan dengan memberikan pukulan fisik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan cara ini konflik memang segera dapat diredakan, tetapi pada sisi lain anak justru belajar bahwa cara menyelesaikan konflik yang cepat adalah dengan meninggikan suara atau memukul seperti yang dilakukan oleh orangtua mereka.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">2.&nbsp;Orangtua Seringkali Menyelesaikan Konflik Anak Secara Instan. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika dua anak sedang bertengkar tentang acara televisi yang dipilih, orang tua seringkali menyelesaikannya dengan membelikan masing-masing anak televisi baru atau meniadakan televisi sama sekali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua sikap di atas sama sekali tidak mendidik anak untuk menyelesaikan konflik mereka dengan baik. Anak akhirnya diajari untuk menghindar dari penyelesaian konflik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"220\" data-id=\"4375\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/geralt-dispute-4880806_640-1-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4375\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/geralt-dispute-4880806_640-1-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/geralt-dispute-4880806_640-1-edited-768x264.jpg 768w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/geralt-dispute-4880806_640-1-edited-300x103.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/geralt-dispute-4880806_640-1-edited-600x206.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berangkat dari kedua kesalahan di atas, orangtua sebenarnya harus mempunyai paradigma baru tentang konflik, yaitu saat anak bertikai adalah peluang bagi anak untuk belajar, belajar untuk mengendalikan amarah, belajar untuk menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa mendapatkan semua yang ia mau, dan belajar untuk mengelola perasaan mereka tanpa menyakiti perasaan orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan paradigma baru ini, konflik yang sering terjadi diantara anak-anak tidak dijadikan sebagai momok yang harus segera diselesaikan dengan keras atau bahkan dicegah kemunculannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Subhanallah, kita semakin yakin bahwa konflik bagi anak adalah kesempatan bagi dia untuk belajar mengelola emosi dan menerima segala hal yang tidak sesuai dengannya. Ketika orang dewasa bertikai dengan saudaranya, seringkali pertikaian tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat lama dan efek yang sangat besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, ketika seorang anak bertikai dengan saudaranya dalam waktu sekejap mereka telah melupakan pertikaian tersebut kemudian melanjutkan permainan mereka dengan hati tanpa dendam dan prasangka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/syeda_saira-ai-generated-9032884_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4377\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/syeda_saira-ai-generated-9032884_640-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/syeda_saira-ai-generated-9032884_640-edited-768x576.jpg 768w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/syeda_saira-ai-generated-9032884_640-edited-300x225.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/syeda_saira-ai-generated-9032884_640-edited-600x450.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa sikap baik yang dapat dilakukan oleh orangtua saat menghadapi anak yang sedang bertikai, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">1. Jadilah Contoh yang Baik bagi Anak dalam Mengelola Konflik. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orangtua yang mengatasi konfliknya dengan baik cenderung memberikan contoh yang kuat kepada anak tentang cara mereka mengatasi konflik dengan saudara dan teman-temannya.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">2. Bersikap Proaktif Menjelang Konflik Muncul antar Anak. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat orangtua telah menangkap bahwa permainan yang sedang dilakukan oleh anak mereka dapat mendorong munculnya konflik, orangtua dapat menghentikan permainan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">3. Berilah Keyakinan bahwa Anak Kita Mampu Menyelesaikan Konfliknya secara Mandiri. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa orangtua dapat menyakinkan kepada anak-anak mereka bahwa mereka dapat menyelesaikan pertikaian verbal mereka tanpa keterlibatan orangtua.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">4. Mengajari Anak untuk Menghargai Orang Lain Meskipun Ia Kurang Setuju. <\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak setuju bukan berarti harus bertikai Karena setiap orang mempunyai pendapat berbeda yang perlu kita hormati.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">5.&nbsp;Fokus Kepada Hal-hal Positif dalam Diri Anak.<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti memberi pujian saat anak bermain bersama dengan manis tanpa pertikaian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita mungkin sulit menghindarkan anak dari konflik tetapi kita harus mengajari mereka bagaimana menyelesaikan konfliknya dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KH. Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Griya Parenting Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disadur dari buku&nbsp;<a href=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/product\/anakku-hanya-pintar-sekolah\/\">\u201cAnakku Hanya Pintar Sekolah\u201d<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">__________________<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">**) Kami mengundang Bapak\/Ibu, Ustadz\/ah untuk mengisi rubrik \u201cInspirator\u201d. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi orangtua yang memiliki dua, tiga, atau empat anak, konflik diantara anak-anak mungkin menjadi menu harian hidupnya. Konflik tersebut dapat berupa pertikaian verbal, pertikaian fisik, atau gabungan antara keduanya. Banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[418,1065,1063,1062,1066,1067,45,46,58,57,1068,65,305,306,66,414,1064,1069],"class_list":["post-4368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-miftahul-jinan","tag-anak-mandiri-anak-bahagia","tag-cara-anak-mengelola-konflik-dirinya","tag-cara-bijak-orangtua-menghadapi-konflik-antar-anak","tag-cara-orangtua-mengelola-konflik-anak","tag-cara-orangtua-menyelesaikan-konflik-anak","tag-contoh-kesalahan-orangtua-dalam-mengelola-konflik-anak","tag-griya-parenting-indonesia","tag-griya-parenting-islami","tag-indonesian-parenting","tag-islamic-parenting","tag-mengelola-konflik-dengan-ramah-dan-santun","tag-miftahul-jinan","tag-parenting-anak","tag-parenting-anak-indonesia","tag-parenting-indonesia","tag-pendidikan-karakter-anak","tag-tips-and-trick-agar-anak-bisa-mengelola-konflik","tag-tips-mengelola-konflik-ramah-anak"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengelola Konflik Anak - griyaparentingindonesia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengelola Konflik Anak - griyaparentingindonesia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi orangtua yang memiliki dua, tiga, atau empat anak, konflik diantara anak-anak mungkin menjadi menu harian hidupnya. Konflik tersebut dapat berupa pertikaian verbal, pertikaian fisik, atau gabungan antara keduanya. Banyak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"griyaparentingindonesia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-02T05:28:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-07T03:13:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0003.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"899\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin Web\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin Web\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368\"},\"author\":{\"name\":\"Admin Web\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2284696c0109a455004ef1639f7e4799\"},\"headline\":\"Mengelola Konflik Anak\",\"datePublished\":\"2026-07-02T05:28:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-07T03:13:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368\"},\"wordCount\":648,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG-20260703-WA0003.jpg\",\"keywords\":[\"anak mandiri anak bahagia\",\"cara anak mengelola konflik dirinya\",\"cara bijak orangtua menghadapi konflik antar anak\",\"cara orangtua mengelola konflik anak\",\"cara orangtua menyelesaikan konflik anak\",\"contoh kesalahan orangtua dalam mengelola konflik anak\",\"griya parenting indonesia\",\"griya parenting islami\",\"indonesian parenting\",\"islamic parenting\",\"mengelola konflik dengan ramah dan santun\",\"miftahul jinan\",\"parenting anak\",\"parenting anak indonesia\",\"parenting indonesia\",\"Pendidikan Karakter Anak\",\"tips and trick agar anak bisa mengelola konflik\",\"tips mengelola konflik ramah anak\"],\"articleSection\":[\"Miftahul Jinan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368\",\"url\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368\",\"name\":\"Mengelola Konflik Anak - griyaparentingindonesia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG-20260703-WA0003.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-02T05:28:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-07T03:13:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG-20260703-WA0003.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG-20260703-WA0003.jpg\",\"width\":1600,\"height\":899},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?p=4368#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengelola Konflik Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/\",\"name\":\"griyaparentingindonesia.com\",\"description\":\"Care, Grow and Professional\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"griyaparentingindonesia.com\",\"url\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/images.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/images.png\",\"width\":332,\"height\":152,\"caption\":\"griyaparentingindonesia.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2284696c0109a455004ef1639f7e4799\",\"name\":\"Admin Web\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7f6d6d565ece23551ddb29db74d1a98a3c0d72e1759e39fc2a7a50b811f1ad88?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7f6d6d565ece23551ddb29db74d1a98a3c0d72e1759e39fc2a7a50b811f1ad88?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7f6d6d565ece23551ddb29db74d1a98a3c0d72e1759e39fc2a7a50b811f1ad88?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin Web\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/griyaparentingindonesia.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengelola Konflik Anak - griyaparentingindonesia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengelola Konflik Anak - griyaparentingindonesia.com","og_description":"Bagi orangtua yang memiliki dua, tiga, atau empat anak, konflik diantara anak-anak mungkin menjadi menu harian hidupnya. Konflik tersebut dapat berupa pertikaian verbal, pertikaian fisik, atau gabungan antara keduanya. Banyak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368","og_site_name":"griyaparentingindonesia.com","article_published_time":"2026-07-02T05:28:38+00:00","article_modified_time":"2026-07-07T03:13:37+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":899,"url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0003.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin Web","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin Web","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368"},"author":{"name":"Admin Web","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#\/schema\/person\/2284696c0109a455004ef1639f7e4799"},"headline":"Mengelola Konflik Anak","datePublished":"2026-07-02T05:28:38+00:00","dateModified":"2026-07-07T03:13:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368"},"wordCount":648,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0003.jpg","keywords":["anak mandiri anak bahagia","cara anak mengelola konflik dirinya","cara bijak orangtua menghadapi konflik antar anak","cara orangtua mengelola konflik anak","cara orangtua menyelesaikan konflik anak","contoh kesalahan orangtua dalam mengelola konflik anak","griya parenting indonesia","griya parenting islami","indonesian parenting","islamic parenting","mengelola konflik dengan ramah dan santun","miftahul jinan","parenting anak","parenting anak indonesia","parenting indonesia","Pendidikan Karakter Anak","tips and trick agar anak bisa mengelola konflik","tips mengelola konflik ramah anak"],"articleSection":["Miftahul Jinan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368","url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368","name":"Mengelola Konflik Anak - griyaparentingindonesia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0003.jpg","datePublished":"2026-07-02T05:28:38+00:00","dateModified":"2026-07-07T03:13:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#primaryimage","url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0003.jpg","contentUrl":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0003.jpg","width":1600,"height":899},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4368#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengelola Konflik Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/","name":"griyaparentingindonesia.com","description":"Care, Grow and Professional","publisher":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#organization","name":"griyaparentingindonesia.com","url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/images.png","contentUrl":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/images.png","width":332,"height":152,"caption":"griyaparentingindonesia.com"},"image":{"@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/#\/schema\/person\/2284696c0109a455004ef1639f7e4799","name":"Admin Web","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f6d6d565ece23551ddb29db74d1a98a3c0d72e1759e39fc2a7a50b811f1ad88?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f6d6d565ece23551ddb29db74d1a98a3c0d72e1759e39fc2a7a50b811f1ad88?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f6d6d565ece23551ddb29db74d1a98a3c0d72e1759e39fc2a7a50b811f1ad88?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin Web"},"sameAs":["http:\/\/griyaparentingindonesia.com"],"url":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4368"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4368\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4389,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4368\/revisions\/4389"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}