{"id":4689,"date":"2026-10-01T12:35:13","date_gmt":"2026-10-01T05:35:13","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4689"},"modified":"2026-10-01T12:35:14","modified_gmt":"2026-10-01T05:35:14","slug":"games-online-adalah-tantangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4689","title":{"rendered":"Games Online adalah Tantangan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru ini bukanlah seorang pengajar yang menempuh pendidikan yang sangat tinggi semisal S2 atau S3. Ia hanyalah seorang guru yang pernah menempuh pendidikan Strata 1 pada sebuah perguruan tinggi yang tidak terlalu favorit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun komitmen beliau di dalam mengajar dan kreativitas yang tinggi telah menjadikannya sebagai guru yang disegani sekaligus disenangi oleh anak didik beliau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari itu Pak Masnun harus memberikan soal-soal ulangan yang banyak dalam waktu yang sangat singkat. Beliau memahami bahwa kegiatan ini bagi anak-anak sangatlah membosankan dan memberatkan. Tetapi hari itu tampaknya Pak Masnun telah siap dengan skenario yang dapat menjadikan proses hari itu lebih menyenangkan dan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia membuat 50 soal yang harus diselesaikan oleh siswa menjadi 5 level dengan tingkat kesulitan yang telah beliau kelompokan. Setiap level ditulis dalam sebuah kertas folio. Siswa tidak dapat melanjutkan pada level berikutnya sebelum level yang terdahulu belum terlaksana. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"343\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/f1digitals-man-3653346_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4695\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/f1digitals-man-3653346_640-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/f1digitals-man-3653346_640-edited-300x161.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/f1digitals-man-3653346_640-edited-600x322.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di awal proses tersebut, Pak Masnun menjelaskan kepada siswanya, \u201cAnak-anak, hari ini kita mempunyai 5 tantangan. Di setiap tantangan terdapat 10 soal yang harus dikerjakan. Seseorang dapat mengambil tantangan berikutnya jika tantangan yang terdahulu telah ia kerjakan dengan sempurna. Silakan mulai menghadapi tantangan ini!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah aktivitas tersebut dimulai, saya merasakan sebuah respon yang sangat luar biasa dari anak-anak. Seperti seekor kuda yang sedang dicemeti oleh jokinya, melesat cepat ke depan melampaui beberapa pos yang telah disediakan. Anehnya sumber energi mereka sudah tidak dari cemeti gurunya, tetapi bersumber dari diri mereka sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skenario dan pernyataan Pak Masnun kepada semua anak didiknya telah mengubah tugas yang cukup berat menjadi sebuah tantangan yang harus ditaklukkan oleh mereka. Dan bagi remaja, tantangan adalah sebuah kesenangan. Ada beberapa alasan semua anak didik Pak Masnun menjadi senang untuk mengerjakan 50 soal ulangannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertama, <\/strong>dengan membagi 50 soal menjadi 5 level, maka tugas tersebut terasa lebih ringan bagi anak-anak. Seperti sebuah perjalanan yang menempuh 1000 km, maka dibuatlah 10 etape perjalanan. Setiap etape yang telah dilampaui memberikan energi baru untuk segera memasuki etape selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedua, <\/strong>ketika sebuah level telah dikerjakan oleh siswa maka mereka merasa mendapatkan penghargaan internal. Mereka berpikir, \u201cLevel 1 sudah saya tuntaskan dengan singkat dan tidak melelahkan, sekarang saatnya bersenang-senang dengan level berikutnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketiga, <\/strong>lembaran-lembaran pada tiap level memberikan kesan baru. Setiap anak cenderung lebih bersemangat ketika memasuki episode-episode yang baru. Skenario Pak Masnun telah menjadikan anak didik beliau merasakan 5 kali nuansa yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keempat, <\/strong>adanya konsep jeda dan istirahat sejenak. Setiap level yang telah dilalui oleh anak didik dapat membuat mereka mempunyai kesempatan untuk mengambil waktu jeda dan istirahat sejenak. Konsep jeda memang terlihat mengambil porsi waktu tersendiri, tetapi sebenarnya dilihat dari keseluruhan waktu yang digunakan justru menunjukkan efisiensi yang besar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"346\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/mildredr-pencil-5432830_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4697\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/mildredr-pencil-5432830_640-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/mildredr-pencil-5432830_640-edited-300x162.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/mildredr-pencil-5432830_640-edited-600x324.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi psikologis yang menyukai tantangan terjadi juga pada seorang anak yang sedang bermain games, bahkan tantangan tersebut pada tataran yang lebih sempurna. Keempat karakteristik tantangan pada skenario Pak Masnun juga dapat ditemui pada berbagai games. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi ada beberapa keunggulan lain yang membuat anak-anak penasaran. Keunggulan ini membuat anak-anak juga lebih menyenangi games melebihi kesenangan mereka pada tantangan-tantangan yang kadang diberikan oleh beberapa guru seperti Pak Masnun di atas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertama, <\/strong>pada setiap games dan permainan selalu terdapat reward (hadiah) dan punishment (hukuman) yang mendorong anak untuk meningkatkan ketepatan bidikan dan kecepatan waktunya. Dengan semakin tepat dan cepat dalam membidik, maka ia akan mendapatkan bonus-bonus yang akan mempermudah mereka untuk melampaui level selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedua, <\/strong>punishment yang diberikan pada saat seorang anak tidak dapat melampaui ketepatan dan kecepatan minimal dengan berhenti pada level tertentu. Konsep ini dapat meningkatkan kualitas tantangan. Karena adanya resiko jika mereka tidak mampu melampaui target.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketiga, <\/strong>semua proses yang terdapat pada games digerakkan oleh anak sendiri. Anak secara mandiri memilih games dan strategi yang lebih disenanginya tanpa adanya intervensi dari pihak luar. Kemandirian ini telah membangun kepercayaan pada anak bahwa mereka mampu, mereka mempunyai kapasitas, dan mereka berharga.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"323\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/picjumbo_com-child-865116_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4699\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/picjumbo_com-child-865116_640-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/picjumbo_com-child-865116_640-edited-300x151.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/picjumbo_com-child-865116_640-edited-600x303.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan semua jenis tantangan pada berbagai games, maka tidaklah mengherankan jika anak-anak kita sangat menyukainya. Bahkan pada akhirnya mereka menjadi sangat tergantung atau bahkan kecanduan oleh games tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari ini kita mungkin telah menjumpai anak-anak kita sangat menggemari aneka macam games komputer. Mereka seakan tertarik oleh sebuah magnet yang tidak berujung. Dari satu level ke level selanjutnya. Dan dari satu jenis games menuju jenis games yang lain. Mereka selalu tertantang untuk segera menyelesaikan semua level kemudian berganti pada games yang lain. Mereka menyenangi itu semua karena nuansa tantangan yang dirasakannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah kita sebagai orangtua atau guru sekedar berpikir untuk menjadikan tugas-tugas belajar anak sebagai sebuah tantangan yang membuat anak-anak tersebut tertarik bahkan kecanduan pada tugas-tugas belajar mereka. Ini tantangan bagi kita semua. Dan saya yakin bahwa kita pun sebenarnya menyukai tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Drs. H. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Griya Parenting Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disadur dari buku <a href=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/product\/awas-anak-kecanduan-game\/\">\u201cAwas Anak Kecanduan Games\u201d<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">_________________<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">**) Kami mengundang Bapak\/Ibu, Ustadz\/ah untuk mengisi rubrik \u201cInspirator\u201d. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.<br>**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut<br>**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guru ini bukanlah seorang pengajar yang menempuh pendidikan yang sangat tinggi semisal S2 atau S3. Ia hanyalah seorang guru yang pernah menempuh pendidikan Strata 1 pada sebuah perguruan tinggi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4692,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[858,856,859,994,567,996,997,568,45,46,58,57,998,513,65,992,305,306,66,414],"class_list":["post-4689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-miftahul-jinan","tag-cara-bijak-orangtua-mengajarkan-untuk-memilih-konten-games-yang-baik","tag-cara-mendidik-anak-agar-bisa-mengendalikan-kenginannya-saat-bermain-games","tag-cara-orangtua-mendidik-anak-untuk-memilih-games-yang-baik","tag-game-online-dan-nilai-sosial-anak","tag-games-dan-sarana-edukasi","tag-games-online-dan-psikologi-anak","tag-games-online-dan-sikap-sosial-anak","tag-games-sebagai-solusi-pembelajaran-yang-interaktif","tag-griya-parenting-indonesia","tag-griya-parenting-islami","tag-indonesian-parenting","tag-islamic-parenting","tag-keuntungan-games-online-bagi-kehidupan-sosial-anak","tag-manfaat-refreshing-game-online","tag-miftahul-jinan","tag-nilai-positif-bermaian-games-online","tag-parenting-anak","tag-parenting-anak-indonesia","tag-parenting-indonesia","tag-pendidikan-karakter-anak"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4689"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4700,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4689\/revisions\/4700"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}