{"id":4758,"date":"2026-10-22T09:50:35","date_gmt":"2026-10-22T02:50:35","guid":{"rendered":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4758"},"modified":"2026-10-22T09:50:36","modified_gmt":"2026-10-22T02:50:36","slug":"refreshing-games-itu-perlu-tapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/?p=4758","title":{"rendered":"Refreshing &#8220;Games&#8221; Itu Perlu, Tapi&#8230;."},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang insisyur sendang berjalan-jalan melintasi sebuah hutan yang agak lebat. Saat langkahnya semakin ke dalam hutan, telinganya menangkap suara gergaji yang bergesekan dengan kayu. Ia mencoba untuk mengikuti arah sumber suara tersebut. Hingga pada suatu langkah ia mendapati sekelompok penggergaji kayu tengah giat menggergaji batang sebuah pohon besar dengan peluh membasahi seluruh tubuh mereka. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Insinyur ini mendapati keganjilan pada pemandangan di depannya. Ia melihat gergaji besar yang mereka gunakan telah begitu tumpul. Kemudian insinyur tersebut bertanya kepada mereka, <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBapak, gergaji ini sudah begitu tumpul dan sulit untuk memotong batang kayu besar ini. Mengapa bapak-bapak tidak berhenti sejenak untuk istirahat sekaligus mengasah gergaji tersebut supaya lebih tajam?\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menjawab, \u201cAnak muda, bukankah kamu lihat sendiri, kami sudah sangat sibuk dengan pekerjaan ini dan tidak mempunyai waktu lagi untuk melakukannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"310\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/geralt-metaverse-9204899_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4761\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/geralt-metaverse-9204899_640-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/geralt-metaverse-9204899_640-edited-300x145.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/geralt-metaverse-9204899_640-edited-600x291.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam banyak kesempatan, cerita ini seringkali disampaikan pada konteks pentingnya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kita disaat-saat sibuk dalam menjalankan tugas. Sebenarnya ada nilai yang tidak kalah baiknya dari cerita di atas jika kita bawa pada konteks pentingnya istirahat bagi orang-orang yang sibuk bekerja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apalagi dalam Bab I buku ini tertulis bahwa refreshing atau istirahat adalah mengerjakan hal yang berbeda dari sebelumnya. Sehingga saat mereka bersama-sama mengasah gergaji, maka sebenarnya jiwa dan mental mereka sedang istirahat dan refreshing dari kegiatan awal yaitu menggergaji batang pohon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari ini kita telah menyaksikan munculnya kesadaran pada masyarakat umum bahwa refreshing sangat penting. Mereka dapat membuktikan bahwa dengan mengambil refreshing sejenak akan dapat meningkatkan produktivitas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan beberapa perusahaan rela mengerluarkan biaya untuk wisata bagi seluruh karyawannya, supaya mereka dapat mengambil refreshing dan selanjutnya mereka dapat bekerja kembali dengan lebih produktif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"480\" height=\"283\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/tomasz_mikolajczyk-game-289470_640-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4763\" style=\"aspect-ratio:1.6962067251946331;width:648px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/tomasz_mikolajczyk-game-289470_640-edited.jpg 480w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/tomasz_mikolajczyk-game-289470_640-edited-300x177.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 480px) 100vw, 480px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesadaran dan keyakinan di atas juga telah dialami oleh anak-anak dan para orangtua. anak-anak kita fokus dalam belajar dari pagi hingga malam. Dan mereka menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan waktu jeda untuk sekedar istirahat dan refreshing. Inilah beberapa alasan mengapa mereka sadar dan yakin akan pentingnya refreshing dengan games online. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses belajar dari pagi hingga malam lebih banyak ditentukan oleh faktor eksternal anak yaitu sekolah, orangtua, dan pemerintah, bukan faktor kemauan anak sendiri. Orangtua sangat mendorong untuk mengikuti beberapa les tambahan pelajaran, guru meminta anak untuk mengerjakan soal-soal yang banyak, dan lingkungan mengondisikan anak untuk selalu bergelut dengan buku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sehingga muncul sebuah keyakinan yang kuat pada diri anak bahwa dia tidak akan lulus tanpa adanya bimbingan belajar dan belajar tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara pada saat yang sama hadir pada anak-anak sebuah games yang memberi ruang kebebasan mereka untuk memilih jenis games yang disenanginya. Mereka tidak mendapatkan cemoohan saat mengalami kegagalan, dan mereka mengalami sensasi kesuksesan ketika sebuah level games telah dilampaui. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"354\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288305-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4766\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288305-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288305-edited-300x166.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288305-edited-600x332.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhirnya keberadaan games untuk refreshing dan istirahat bagi mereka adalah sebuah hal yang mutlak juga. Refreshing dengan gams bagi siswa dengan konteks seperti sekarang ini sangatlah perlu. Namun ada rambu-rambu yang mesti diperhatikan oleh orangtua terkait dengan keperluan refreshing anak-anak mereka dengan games.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertama, <\/strong>walaupun refreshing dengan games sangat diperlukan oleh anak, jangan sampai posisinya bergeser menjadi sesuatu yang utama. Sementara kegiatan belajar yang sebenarnya utama justru bergeser menjadi kegiatan jeda dan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini banyak orang yang bekerja keras hanya agar dapat melakukan refreshing dengan lebih lama dan lebih menantang. Fokus peningkatan produktivitas kerja mereka hanyalah untuk mendapatkan kesempatan berwisata yang lebih mewah dan lebih jauh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah contoh pergeseran dari yang utama menjadi jeda dan yang jeda justru bergeser menjadi yang utama. Apakah kita berusaha lebih keras dan bekerja mati-matian hanya untuk mendapatkan refreshing lebih nikmat dan lama?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita perlu tetap mewaspadai apakah posisi games bagi anak kita adalah untuk refreshing baginya disela-sela kegiatan belajar yang padat. Atau sebaliknya, mereka telah menjadikan games sebagai kegiatan utama, dan menjadikan kegiatan belajar sebagai jeda bagi kegiatan utama bermain games?. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"386\" src=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288302-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4768\" srcset=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288302-edited.jpg 640w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288302-edited-300x181.jpg 300w, https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/288302-edited-600x362.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kadang anak tidak bermaksud membolak-balikkan posisi keduanya, tetapi perasaan senang terhadap games membuat mereka melakukannya. Orang tua mempunyai posisi strategis untuk memastikan bahwa keduanya tetapi pada posisi yang pas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedua, <\/strong>sebagaimana tertulis pada Bab I, kegiatan belajar dan bermain games dari aspek fisik tidak mempunyai perbedaan. Pada proses belajar, organ yang paling banyak digunakan adalah mata. Begitu pula pada games, organ yang paling dimanfaatkan juga mata. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sehingga dari aspek organ ini games sesungguhnya tidak dapat memberikan istirahat yang cukup bagi mata. Berbeda dengan jenis refreshing yang lain seperti bermain volley atau badminton yang melibatkan banyak organ tubuh. Jadi refreshing dengan games tidak memberikan istirahat yang optimal bagi seluruh tubuh. Mata kurang istirahat dan anggota tubuh yang lain tidak banyak bergerak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Refrehing dengan games memang perlu bagi anak kita. Tetapi mereka lebih memerlukan refreshing yang dapat menggerakkan seluruh anggota tubuh dan mengungkapkan seluruh emosi. Dan saya yakin kita, orangtua, telah mengetahui apa saja yang lebih diperlukan oleh anak kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Drs. H. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Griya Parenting Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disadur dari buku <a href=\"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/product\/awas-anak-kecanduan-game\/\">\u201cAwas Anak Kecanduan Games\u201d<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">_________________<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">**) Kami mengundang Bapak\/Ibu, Ustadz\/ah untuk mengisi rubrik \u201cInspirator\u201d. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.<br>**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut<br>**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang insisyur sendang berjalan-jalan melintasi sebuah hutan yang agak lebat. Saat langkahnya semakin ke dalam hutan, telinganya menangkap suara gergaji yang bergesekan dengan kayu. Ia mencoba untuk mengikuti arah sumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[512,858,857,856,855,859,994,567,996,997,568,45,46,58,57,65,305,306,66,414],"class_list":["post-4758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-miftahul-jinan","tag-apa-sisi-positif-game-online-bagi-semangat-belajar-anak","tag-cara-bijak-orangtua-mengajarkan-untuk-memilih-konten-games-yang-baik","tag-cara-melatih-anak-agar-tidak-kecanduan-games","tag-cara-mendidik-anak-agar-bisa-mengendalikan-kenginannya-saat-bermain-games","tag-cara-mendidik-anak-agar-tdak-kecanduan-games","tag-cara-orangtua-mendidik-anak-untuk-memilih-games-yang-baik","tag-game-online-dan-nilai-sosial-anak","tag-games-dan-sarana-edukasi","tag-games-online-dan-psikologi-anak","tag-games-online-dan-sikap-sosial-anak","tag-games-sebagai-solusi-pembelajaran-yang-interaktif","tag-griya-parenting-indonesia","tag-griya-parenting-islami","tag-indonesian-parenting","tag-islamic-parenting","tag-miftahul-jinan","tag-parenting-anak","tag-parenting-anak-indonesia","tag-parenting-indonesia","tag-pendidikan-karakter-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4758"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4770,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4758\/revisions\/4770"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/griyaparentingindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}