Pada banyak kesempatan kegiatan parenting di beberapa sekolah saya menjumpai banyak sampah berserakan pasca pelaksanaan kegiatan. Sampah-sampah tersebut terdiri dari botol minuman dan kardus kotak kue yang diberikan kepada para peserta.
Beberapa kali saya bertanya kepada dewan guru bahkan kepada ketua panitia tentang fenomena sampah berserakan di atas, maka jawabannya hampir sama, yaitu para orangtua atau peserta training belum mempunyai kesadaran untuk menaruh sampah pada tempatnya.
Kemudian saya lanjut bertanya, di mana tempat sampah yang mampu menampung sampah sebanyak ini dan mempermudah mereka untuk meletakkannya ?. Mereka rata-rata hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan saya ini.
Kadang-kadang orang belum menjaga kebersihan pada suatu tempat karena memang belum ada sistem yang memastikan kebersihan di tempat tersebut berjalan dengan baik. Seperti pada ruangan yang digunakan untuk kegiatan seminar parenting di atas.
Beberapa komponen sistem kebersihan yang tidak ada pada kegiatan parenting di atas adalah:
- Fasilitas tempat sampah dengan kapasitas dan jumlah yang memadai sehingga cukup menampung semua sampah dan memudahkan mereka untuk meletakkan nya
- Prosedur dan label-label area yang menunjukkan adanya tempat sampah yang dekat dengan mereka. Karena mayoritas peserta seminar parenting banyak orang yang baru masuk pada tempat tersebut, sehingga belum familiar terhadap fasilitas yang dimiliki ruangan tersebut.
- Selama proses acara dari pembukaan hingga penutupan tidak terlihat sedikitpun petugas kebersihan yang membantu mengarahkan peserta untuk meletakkan sampahnya atau minimal mulai mengambil sampah-sampah kecil yang terjatuh selama proses kegiatan. Apa yang dilakukan ini akan menahan orang-orang untuk membuang sampah sembarangan.
- Sering tidak adanya pengumuman dari pihak panitia atau pemilik gedung tentang adanya beberapa fasilitas yang dimiliki gedung tersebut, seperti fasilitas kamar mandi, tempat sampah dan jalur evakuasi dalam kondisi darurat.
Dengan kondisi ini maka sangat tidak bijak jika kita hanya menyalahkan peserta seminar bahwa mereka tidak mempunyai kesadaran akan kebersihan. Mungkin kita sendiri memang belum mempunyai rencana yang jelas akan sistem kebersihan saat kegiatan seminar parenting dilaksanakan.

Pada satu kesempatan seminar parenting di Madiun saya agak terlalu pagi datang ke tempat acara. Masih ada sekitar 1 jam sebelum acara untuk mengamati persiapan panitia acara, sambil melihat tempat sampah di dalam gedung tersebut. Saya hanya menemukan dua tempat sampah kecil yang tersedia di gedung tersebut, kemudian saya panggil tiga ustadzah termasuk ketua panitianya.
Kami mendiskusikan tentang rencana kebersihan gedung ini selama pelaksanaan seminar parenting. Tentu pertanyaan pertama yang menjadi bahan diskusi kami adalah mengapa kebersihan ini sesuatu yang penting bagi kita ?. Kami mendiskusikan hal ini untuk membangun kebutuhan kami terhadap situasi bersih pada saat sebelum, selama dan pasca acara. Sekaligus kami sedang mengusahakan setting goals agar kondisi bersih.
Diskusi berlanjut pada penyediaan fasilitas dan desain lingkungan yang mendukung pada kebersihan. Dalam waktu yang sangat mepet hasil diskusi kami adalah menyediakan kresek besar pada lorong-lorong lajur kursi ketika acara memasuki sesi tanya jawab. Kresek-kresek tersebut telah tersedia dari bekas tempat membawa kotak kue.
Diskusi sekarang memasuki pada pembagian tugas untuk masing-masing posisi, ada bagian informasi tempat sampah di gedung yang dilakukan oleh MC sekaligus mengingatkan dengan lembut pada peserta untuk memasukkan sampah pada tempatnya, petugas penyedia kresek, dan 2 orang petugas yang berkeliling ruang untuk mengambil sampah yang telah jatuh dan mengingatkan peserta untuk meletakkan sampah pada tempatnya.
Subhanallah setelah semua rencana disepakati, disosialisaikan pada panitia lainnya dan dilaksanakan sesuai rencana, maka saatnya kami mengevaluasi dengan seluruh panitia pasca acara dengan suasana lebih ceria karena ruangan yang kami gunakan untuk seminar parenting tetap bersih dan mereka telah membantu kami untuk membersihkan kembali ruangan tersebut.
Kebersihan perlu sistem, yang harus kita rencanakan, goalnya, prosedurnya, SDMnya, fasilitas pendukungnya, pola kontrolnya dan evaluasinya.
Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia


