Kita Dapat Meminta Tolong kepada Anak

Seringkali kita menjumpai beberapa keluarga yang tengah berbelanja di sebuah supermarket dengan barang belanjaan yang banyak dibawa oleh ibu atau bapak. Sementara anak-anak yang sebenarnya sudah cukup kuat untuk membantu membawa sebagian barang belanjaan tersebut justru terlihat berjalan santai tanpa barang apa pun di tangan mereka, atau seorang ibu yang telah beberapa jam merapikan dan menyapu rumah sementara anak putrinya terlihat santai tengah menikmati acara televisi tanpa merasa risih melihat orangtua yang sedang sibuk bekerja semenjak beberapa jam sebelumnya.

Ada beberapa alasan orangtua enggan untuk meminta tolong kepada anak-anak mereka sehingga kita sering melihat pemandangan yang terasa ganjil seperti di atas, diantaranya adalah:

1. Anak selalu Menolak untuk Membantu Orangtua

Orangtua sebenarnya telah meminta anak-anak tersebut untuk membantu tetapi anak-anak menolak permintaan tersebut. Penolakan pertama tersebut akhirnya membuat orangtua enggan untuk meminta tolong lagi kepada mereka.

2. Orangtua Tidak Menghendaki Anaknya Merasakan Kesusahan 

Beberapa orangtua telah merasakan kesusahan saat mereka masih muda seusia anak-anak mereka saat ini sehingga mereka tidak menghendaki anak-anak mereka merasakan kesusahan yang sama seperti masa muda mereka dahulu.

3. Orangtua beranggapan bahwa Anaknya Telah Memiliki Tugas Masing-Masing

Orangtua menganggap anak telah banyak mempunyai tugas masing-masing yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk menambah lagi dengan tugas-tugas lain.

4. Tugas Utama Anak Adalah Belajar

Tugas anak-anak saat ini adalah belajar sehingga mereka menghindari tugas-tugas selain belajar yang dapat mengganggu tugas utama mereka, yaitu belajar.

Padahal dengan meminta tolong untuk hal-hal yang memang sangat membutuhkan pertolongan dari anak, sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh anak dan orang tua, diantaranya:

1. Anak Merasa dihargai oleh Orangtua.

Keberadaan anak di rumah memberikan manfaat bagi orangtuanya, karena ketika orangtua membutuhkan bantuan mereka lebih memilih anak untuk membantunya.

2. Menumbuhkan Sifat Saling Terbuka dan Saling Membutuhkan.

Jika orangtua membutuhkan pertolongan, maka orangtua tidak akan segan meminta bantuan dari anaknya, begitu pula sebaliknya. Saat anak membutuhkan pertolongan, maka orangtua tidak segan membantunya.

3. Menumbuhkan Sikap Empati pada Diri Anak

Dengan meminta tolong kepada anak, orang tua dapat menumbuhkan empati pada diri anak.

Ada satu kebiasaan aneh orangtua saya semenjak saya masih remaja, yaitu selalu meminta saya berdoa untuk kebaikan sawah keluarga kami yang sebentar lagi akan dipanen atau saat baru saja ditanami.

Permohonan doa ini saya anggap aneh. Bagaimana mungkin, ibu yang sebenarnya lebih layak mendoakan anaknya justru meminta doa dari anak untuk hal-hal yang memang beliau tidak dapat melakukannya sendiri.

Subhanallah, kebiasaan aneh di atas justru menanamkan pada diri saya hal yang sebaliknya, yaitu selalu meminta doa kepada beliau untuk setiap tantangan hidup yang tengah atau akan saya hadapi. Muncul dalam pikiran saya, bagaimana saya tidak meminta doa dari orangtua, padahal orangtua sendiri justru meminta doa dari saya.

Saya tidak yakin permohonan doa orangtua kepada saya dapat meningkatan hasil sawah tersebut, tetapi saya yakin bahwa usaha saya jauh lebih mudah mencapai keberhasilan saat doa orangtua telah terucap.

Dari manfaat dan cerita di atas, tampaknya tidak ada alasan bagi para orangtua enggan meminta tolong kepada anak-anaknya jika memang sangat membutuhkan pertolongan mereka. Namun demikian, ada beberapa rambu yang perlu diperhatikan oleh para orangtua saat mereka meminta tolong, diantaranya:

  1. Yang paling ideal adalah meminta tolong perihal yang kita tidak mampu melakukannya, sementara anak justru mampu melakukannya.
  2. Meminta tolong dimulai dengan kata “meminta tolong” dan alasan kita meminta tolong kepada anak. Sebaliknya, kita tidak langsung memberikan perintah kepada anak untuk melakukan sesuatu. Contoh, kita meminta tolong anak untuk mengambilkan kunci di rumah karena kita sedang memegang sepeda motor dan tidak memungkinkan meninggalkannya untuk mengambil kunci.
  3. Memastikan saat meminta tolong anak tidak dalam kondisi sangat sibuk yang tidak memungkinkan mereka untuk menolong kita.
  4. Saat anak menolak permintaan tolong kita, maka kita perlu melakukan evaluasi alasan ia menolaknya.

“Meminta tolong kepada anak tidak menunjukkan kelemahan kita, tetapi justru menunjukkan kekuatan mereka betapa anak-anak menjadi pribadi yang sangat dibutuhkan bagi orangtua mereka.”

Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC

Direktur Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku “Tips Instan Mendidik Anak”