Kita Sebenarnya Sedang Menanam Pohon… atau Masa Depan?

Agar gerakan ini berkelanjutan, pemilihan pohon menjadi krusial. Setidaknya ada tiga kriteria utama.

Pertama, adaptif, yaitu sesuai dengan iklim lokal dan mudah dirawat. Kedua, produktif, yaitu memberikan manfaat nyata seperti buah atau fungsi ekologis. Ketiga, bernilai tambah, yaitu mengandung nilai edukatif, ekologis, dan estetis.

Namun, ada yang lebih penting dari sekadar jenis pohon: kesadaran mengapa pohon itu dipilih dan dirawat.

Ketika seorang murid merawat pohonnya, sesungguhnya ia sedang belajar banyak hal yang tidak tertulis di buku teks. Ia belajar bahwa pertumbuhan membutuhkan waktu. Ia belajar bahwa kehidupan perlu dirawat, bukan sekadar diresmikan. Ia belajar bahwa apa yang dilakukan hari ini akan berdampak di masa depan.

Dalam diam, pohon mengajarkan konsistensi, kesabaran, dan tanggung jawab, nilai-nilai yang sering kita cari dalam pendidikan karakter, namun jarang kita latihkan secara nyata.

Gerakan One Student One Tree bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan investasi pendidikan jangka panjang. Ia mengajarkan bahwa kontribusi tidak harus besar untuk bermakna, dan bahwa kepedulian bisa dimulai dari ruang yang paling sempit.

Sebagaimana diingatkan oleh Wangari Maathai, “Ketika kita menanam pohon, kita menanam benih harapan.”

Nilai ini sejalan dengan keyakinan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki makna dan dampak. Menanam pohon mungkin tampak sederhana, tetapi ia adalah amal yang hidup yang terus memberi manfaat lintas waktu, bahkan lintas generasi.

“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu hasilnya dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, ketika satu murid menanam satu pohon hari ini, sesungguhnya ia sedang menanam harapan bagi lingkungannya, bagi sekolahnya, dan bagi masa depannya sendiri.

Dari ruang yang sempit, lahir kontribusi yang luas. Dari tindakan kecil, tumbuh perubahan yang bermakna. Bagaimana dengan sekolah Anda?

Arif Santoso, S.T., C.NLC.

Trainer Griya Parenting Indonesia

Penulis Buku Teacher as Coach

___________________

**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.