Beberapa waktu lalu, saya bersama suami dapat amanah untuk menganalisis SWOT manajemen sebuah lembaga pendidikan. Setelah penggalian data dan observasi, kami mempresentasikan hasilnya.
Usai presentasi, saya bertanya : Bagaimana perasaan Bapak-bapak sekalian setelah mendengar presentasi kami?.
Wakil direktur lembaga tersebut langsung buka suara, Jujur saya merasa tersinggung dengan presentasi tadi, jelas bahwa apa yang disampaikan menunjukkan bahwa ada banyak kekurangan saya dalam menjalankan amanah.
Untungnya kalimat itu disampaikan dengan tersenyum, sehingga kami tidak merasa bersalah sudah membeberkan titik-titik kelemahan lemebaga yang memang perlu perbaikan. Bahkan, kalimat beliau berikutnya sangat menenangkan hati, Jadi, dimulai dari mana perbaikan yang perlu kami lakukan?
☕☕☕☕☕☕☕
Sebelumnya kita membahas sinis, dan emosi tersinggung sangat berkaitan.
Sikap sinis sering memicu emosi tersinggung karena nada sindiran atau meremehkan dapat terasa menyerang harga diri. Sebaliknya, orang yang mudah tersinggung juga cenderung lebih peka terhadap sikap sinis. Jika tidak dikelola dengan baik, keduanya dapat memperbesar salah paham dan konflik dalam hubungan.
☕☕☕☕☕☕☕
Tersinggung adalah emosi yang muncul ketika seseorang merasa harga diri, kehormatan, atau perasaannya dilukai, baik oleh ucapan, sikap, atau perlakuan orang lain.
Biasanya emosi ini muncul karena seseorang menafsirkan suatu tindakan sebagai merendahkan, tidak menghargai, atau tidak adil.
Secara emosional, tersinggung sering merupakan campuran dari beberapa emosi:
▶️ Sedih karena merasa tidak dihargai.
▶️ Marah karena merasa diperlakukan tidak pantas.
▶️ Malu karena merasa harga dirinya terkena.
Tersinggung juga sangat dipengaruhi oleh persepsi dan kepekaan pribadi. Hal yang bagi satu orang terasa biasa saja, bagi orang lain bisa terasa menyakitkan. Karena itu kemampuan mengelola emosi dan klarifikasi komunikasi penting agar rasa tersinggung tidak langsung berkembang menjadi konflik.
☕☕☕☕☕☕☕
Emosi tersinggung sebenarnya memiliki fungsi bagi manusia. Ia bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang menyentuh harga diri atau perasaan kita. Ketika dikelola dengan sehat, rasa tersinggung mendorong seseorang untuk berhenti sejenak dan melakukan introspeksi: apakah ada sikap atau ucapan saya yang memang perlu diperbaiki?
Dari sana, seseorang bisa belajar memperbaiki diri, memperbaiki cara berkomunikasi, atau meluruskan kesalahpahaman dengan tenang.
Namun jika tidak dikelola dengan baik, rasa tersinggung dapat berkembang ke arah yang tidak sehat. Seseorang bisa menjadi terlalu defensif, menolak setiap kritik, menyimpan sakit hati, bahkan memendam dendam.
Alih-alih memperbaiki diri, emosi tersebut justru memperbesar konflik dan merusak hubungan dengan orang lain.
Karena itu, kunci dari emosi tersinggung bukan pada munculnya perasaan itu, tetapi pada bagaimana seseorang meresponsnya, apakah menjadikannya kesempatan untuk bertumbuh, atau membiarkannya berubah menjadi luka yang berkepanjangan.
☕☕☕☕☕☕☕
Dalam perspektif Islam, perasaan tersinggung tidak selalu sama nilainya. Ulama biasanya melihatnya dari apa yang sebenarnya tersentuh di hati.
▶️Tersinggung karena ego (nafs)
Terjadi ketika seseorang merasa harga dirinya direndahkan. Yang tersentuh adalah kesombongan atau ego.
Jenis ini kurang dianjurkan karena sering melahirkan marah, dendam, atau permusuhan. Islam mendorong seseorang untuk menahan diri, memaafkan, dan melakukan muhasabah.
▶️Tersinggung karena kehormatan dan kebenaran
Terjadi ketika seseorang merasa sedih atau terusik karena agama, kehormatan, atau nilai kebenaran direndahkan.
Perasaan ini bisa menjadi bentuk ghirah (kepedulian terhadap kebenaran), selama disikapi dengan cara yang bijak dan tidak melampaui batas.
Islam lebih mendorong seseorang untuk tidak mudah tersinggung karena ego pribadi, tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap kebenaran dan kehormatan.
Keseimbangan ini membuat hati tetap rendah hati sekaligus menjaga nilai yang benar.
☕☕☕☕☕☕☕
Sekian, edisi kali ini. Silahkan beri masukan, bahas jenis emosi apa besok? Silahkan juga dengan senang hati berbagi tulisan ini ke WAG manapun, itu akan jadi kebahagiaan saya juga.
Bunda Ani Ch
Master Trainer Griya Parenting Indonesia
Master Trainer Tuntas Tumbuh Kembang Anak
Praktisi Pendidikan Anak dan Keluarga
___________________
**) Kami mengundang Bapak/Ibu, Ustadz/ah untuk mengisi rubrik “Inspirator”. Alternatif tema tulisan berupa dunia pendidikan maupun pengasuhan (parenting). Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: griyaparentingindonesia2@gmail.com lalu mohon konfirmasi ke nomor +62 857-1735-3824 atas kiriman tersebut
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Griya Parenting Indonesia.


