Ayuk pak, berangkat cekolah kata saya sewaktu umur 4 tahun, sambil melompat dari tanah lalu berdiri di belakang kemudi vespa.
Adegan ini sama sekali tidak ada ada dalam memori saya, tapi dari memori bapak saya yang berulang diceritakan. Bapak saya bilang, seluruh kesulitan, kelelahan, hambatan dalam bekerja tidak ada artinya dibanding melihat sorot mata penuh binar anaknya, yang sangat bersemangat setiap kali berangkat sekolah.
Saya memang suka belajar, dari kecil. Emosi bersemangat yang sebenarnya ditularkan oleh bapak. Saya bahkan sudah bisa membaca saat berusia 3 tahun, karena begitu semangatnya bapak mengajari saya. Semoga Allah merahmati almarhum.
☕☕☕☕☕☕☕
Emosi bersemangat adalah keadaan emosional ketika seseorang merasakan energi, antusiasme, dan dorongan kuat untuk melakukan sesuatu.
Dalam kondisi ini, pikiran terasa lebih hidup, tubuh terasa lebih bertenaga, dan seseorang memiliki motivasi tinggi untuk mencapai tujuan atau melakukan aktivitas yang dianggap bermakna.
Secara psikologis, emosi ini sering muncul ketika seseorang:
▶️ melihat peluang atau harapan
▶️ merasa mampu melakukan sesuatu
▶️ merasa erhubung dengan tujuan yang penting.
Ekspresinya bisa terlihat dari wajah yang lebih cerah, nada suara yang lebih hidup, banyak ide muncul, bergerak lebih aktif, dan keinginan untuk segera memulai atau menyelesaikan sesuatu.
☕☕☕☕☕☕☕
Beberapa waktu lalu, saya konseling putri usia 16 tahun, sekolah di area namanya SMA Komplek, yang terkenal citra akademiknya wooow.
Emosi bersemangat dalam konteks yang dialami sang putri ini agak berbahaya. Bagaimaba tidak? Begitu semangatnya belajar, sampai cuma tidur sekitar 3 jam sehari, sampai skip makan. Orangtuanya, tapi badannya kurus kering karena kurang makan. Yang paling bikin ortu resah, sampai merusak siklus haid, sudah berbulan-bulan tidak haid sejak masuk sekolah ini. Hmm, gak bahaya ta.
Ketika mengurai emosi, dia bilang harus begitu..kalau dia mengendorkan semangat dia bisa kalah persaingan akademik dengan teman-temannya.
Semangat menjadi sehat atau tidak sehat tergantung pada arah dan kendalinya.
Emosi bersemangat disebut sehat ketika memberi energi untuk berbuat baik, bekerja, belajar, atau memperbaiki diri tanpa melampaui batas.
Dalam kondisi ini seseorang tetap mampu berpikir jernih, menjaga keseimbangan, dan mempertimbangkan dampak dari tindakannya. Semangat seperti ini biasanya membuat seseorang lebih produktif, tekun, dan tetap menghargai orang lain.
Sebaliknya, emosi bersemangat menjadi tidak sehat ketika berubah menjadi dorongan yang berlebihan dan kehilangan kendali. Seseorang bisa menjadi terlalu ambisius, memaksakan diri tanpa istirahat, atau menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Dalam kondisi ini semangat justru dapat menimbulkan kelelahan, konflik dengan orang lain, atau keputusan yang tidak bijak.
☕☕☕☕☕☕☕
Dalam Islam, semangat dalam beramal dan bekerja dipandang sebagai sikap yang baik karena menunjukkan kesungguhan dalam memanfaatkan potensi yang Allah berikan kepada manusia.
Kita dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan, bekerja dengan niat yang baik, serta berlomba-lomba dalam amal saleh.
Al-Qur’an mendorong sikap ini dalam firman Allah: “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148). Ayat ini menunjukkan bahwa semangat dan antusiasme dalam melakukan kebaikan adalah sikap yang dianjurkan, selama dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang baik.
Namun, Islam juga menekankan keseimbangan dan niat. Semangat tidak boleh membuat seseorang melampaui batas, mengabaikan kewajiban lain, atau dilandasi riya dan kesombongan.
Karena itu, semangat dalam Islam diarahkan untuk bekerja dan beramal secara sungguh-sungguh, tetap rendah hati, serta menyandarkan hasil akhirnya kepada Allah melalui sikap tawakal.
☕☕☕☕☕☕☕
Sekian, edisi kali ini. Silahkan beri masukan, bahas jenis emosi apa besok? Silahkan juga dengan senang hati berbagi tulisan ini ke WAG manapun, itu akan jadi kebahagiaan saya juga.


