MIN 6 Ngawi Gelar Pelatihan Pengelolaan Kelas untuk Penguatan Karakter dan Pendekatan Deep Learning

Magetan – Dalam upaya memperkuat kualitas pembelajaran di madrasah, khususnya dalam membangun kelas yang kondusif, menumbuhkan karakter siswa, serta mendukung pendekatan deep learning, MIN 6 Ngawi menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Mengelola Kelas, Menumbuhkan Karakter, Menguatkan Pendekatan Deep Learning”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19-20 September 2025 bertempat di Red Hotel Sarangan, Magetan.

Pelatihan yang diikuti oleh 32 peserta dan 4 orang panitia memiliki tujuan membentuk paradigma baru dalam mengelola kelas yang tidak hanya efektif secara akademik, tetapi juga menyenangkan dan bermakna secara emosional dan spiritual.

Acara dibuka secara resmi oleh Kasubag TU Kemenag Kabupaten Ngawi, Bapak Mujianto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), yaitu proses belajar yang tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami konteks serta nilai-nilai kehidupan.

Beliau menekankan bahwa pembelajaran harus mampu menyentuh aspek-aspek utama dalam ajaran Islam seperti Hifdh Al-diin (menjaga agama), Hifdh Al-aqli (menjaga akal), dan mampu membedakan antara pendekatan tekstual dan kontekstual dalam memahami ilmu agama.

Selain itu, beliau juga menggarisbawahi konsep joyful learning dalam membangun madrasah ramah anak yang mencintai alam dan menjaga kelestarian sekolah (green school). “Tidak mesti anak yang hari ini nakal akan selamanya seperti itu. Kita harus terus membuka ruang perubahan bagi setiap anak,” pesan beliau.

Pelatihan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan sesi pembukaan yang berlangsung hingga 16.45 WIB. Dilanjutkan pada pukul 16.55 WIB dengan sesi dinamika kelompok yang membagi peserta menjadi lima kelompok.

Pada malam harinya, pukul 19.00–20.17 WIB, peserta mengikuti sesi Kelas Impian. Dalam sesi ini, peserta diajak mengeksplorasi suasana kelas yang ideal sesuai harapan siswa dan guru. Di akhir sesi, peserta berhasil mengidentifikasi prinsip-prinsip utama dari pendekatan deep learning, yaitu: belajar dengan kesadaran, belajar secara bermakna, dan belajar dengan menyenangkan.

Hari kedua pelatihan dibuka pukul 08.00 WIB dengan sesi Desain Kelas yang membahas fungsi kelas secara menyeluruh. Selanjutnya pada pukul 09.52–11.15 WIB dilanjutkan dengan sesi Desain Kelas Lanjutan yang menggali filosofi hingga ke elemen kecil seperti “dompet” sebagai simbol kerapian, kenyamanan, dan keteraturan kelas.

Sepanjang pelatihan, seluruh peserta menunjukkan semangat dan antusiasme yang luar biasa. Mereka terlibat aktif dalam setiap sesi, penuh tawa, dan saling mendukung satu sama lain. Suasana yang dibangun tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang serius, tetapi juga menyenangkan dan sangat sesuai dengan ekspektasi peserta.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan kelas yang tepat dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk siswa yang berkarakter serta siap menerima pembelajaran yang mendalam dan bermakna. (MY)