Kehadiran kakek dan nenek dalam rumah tangga merupakan anugerah yang sangat besar bagi keluarga kita. Apalagi jika bapak dan ibu bekerja di luar rumah, kehadiran mereka semakin terasa nilainya.
- Kehadiran mereka dapat menggantikan kasih sayang yang sempat hilang karena kedua orangtua bekerja di luar rumah.
- Untuk sang cucu, mereka selalu memberikan perhatian dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab.
- Mereka adalah orang-orang yang sangat berpengalaman di dalam menjaga kesehatan dan penanganan anak di saat-saat darurat.
- Kehadiran mereka telah membuka kesempatan bagi para orangtua untuk memberi contoh kepada anaknya cara menghormati orangtua mereka.
- Kakek dan nenek adalah pribadi yang tepat yang dapat mewariskan nilai-nilai luhur dalam keluarga besar mereka.
Dengan nilai-nilai yang sangat beragam di atas, tidak berarti kehadiran mereka tanpa tantangan yang harus dipecahkan oleh kedua orangtua.
1. Cara Pengasuhan yang Berbeda antara Kakek, Nenek dan Orangtua.
Kita harus menyadari bahwa mereka berdua adalah pribadi yang dididik sesuai zamannya dahulu. Sementara anak kita harus dididik sesuai zamannya sekarang ini. Contohnya perilaku seorang anak yang naik kursi, kadang mereka menganggapnya sebagai perilaku yang kurang sopan atau sangat berbahaya bagi anak.
Namun, menurut pemahaman kita, perilaku tersebut adalah sesuatu yang wajar. Seringkali tingkah eksploratif anak dianggap oleh kakek/nenek sebagai perilaku yang usil dan “nakal”. Jika peran mereka terlalu dominan atas anak kita, maka bisa jadi anak kita akan menjadi pribadi yang over protective. Hal ini akan berdampak terhadap kemandirian dan kepercayaan diri anak di masa yang akan datang.
2. Seringkali Peran Kita sebagai Orangtua digantikan oleh Kakek dan Nenek.
Hal ini dapat terjadi karena waktu mereka lebih banyak bersama anak kita daripada waktu kita bersamanya. Atau bisa juga kita sering menyerahkan sepenuhnya masalah anak kepada kakek dan nenek sehingga ketika muncul perilaku atau kebiasaan yang kurang berkenan pada anak, kita hanya menyalahkan mereka.
3. Kakek dan Nenek Lebih Bersikap Permisif dibandingkan Kedua Orangtua.
Adanya perasaan bersalah dari kakek dan nenek atas kejadian masa lalu yang belum dapat membahagiakan anaknya sendiri dapat mendorong kakek dan nenek melampiaskannya kepada cucunya. Mereka cenderung serba membolehkan dan membelikan apa saja yang diminta oleh cucunya, toh, dahulu mereka tidak dapat melakukanya terhadap anaknya sendiri.
4. Kakek dan Nenek Seringkali dijadikan Tempat Berlindung atas kesalahan Anak.
Kondisi ini dapat mendorong anak tidak mau bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan. Toh, selalu ada kakek dan nenek yang melindunginya dari tanggung jawab yang harus ia lakukan.
Ada banyak nilai yang sangat berharga bagi keluarga atas kehadiran kakek dan nenek, tetapi ada pula beberapa tantangan yang harus dihadapi atas peran mereka di dalam pengasuhan anak kita. Kemampuan kita mensinkronkan keduanya merupakan nilai tambah yang semakin menyempurnakan keharmonisan dan perkembangan putra-putri kita. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk proses sinkronisasi tersebut, diantaranya:
1. Melakukan Komunikasi Intensif dengan Kakek dan Nenen
Membangun komunikasi dan dialog yang intensif dengan kakek dan nenek tentang anak dan pola pengasuhannya. Kegiatan ini kita lakukan untuk membangun kesamaan pemahaman dan sikap dalam menangani perilaku anak.
2. Memperjelas Ketentuan yang diperbolehkan dan yang dilarang untuk Mereka.
Bahkan beberapa keluarga dengan jelas menuliskan beberapa makanan yang dapat diberikan kepada anak dan beberapa makanan atau minuman yang dilarang untuk anak. Ketentuan yang jelas akan mempermudah bagi kakek atau nenek dan orangtua untuk memutuskan sikap saat anak meminta untuk dibelikan suatu jenis makanan.
3. Waktu Bersama Kakek dan Nenek Lebih Banyak
Walaupun waktu anak lebih banyak bersama kakek dan nenek dibandingkan bersama orangtua, pastikan tanggung jawab pendidikan anak tetap ada pada orangtua sehingga apa pun yang terjadi pada anak dan perkembangan perilakunya harus selalu dalam pantauan orangtua.
4. Menghindari Perbedaan Sikap Antara Kakek, Nenek dan Orangtua di Depan Anak
Apalagi jika perbedaan sikap tersebut sudah dalam bentuk perdebatan untuk memutuskan sesuatu. Apa yang harus diketahui oleh anak terhadap kakek atau nenek dan orangtua hanya kesamaan sikap dan keputusan sehingga tidak mendorong anak lebih mendekat kepada kakek atau neneknya, atau orangtuanya.
Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC
Direktur Griya Parenting Indonesia
Disadur dari buku “Tips Instan Mendidik Anak”


